Diasuh oleh; Sutomo Asngadi, SS, MM (Consultant/Executive Trainer Strategic Supply Chain, Logistics, Export Import dan Procurement Management dan Konsultan Pendamping UKM Ekspor Naik Kelas)

Akademi Ekspor (Bag kedua)

Sutomo Asngadi, SS, MM

(Consultant/Executive Trainer Strategic Supply Chain, Logistics, Export Import dan Procurement Management dan Konsultan Pendamping UKM Ekspor Naik Kelas)

LESINDO.COM Secara umum, riset pasar diartikan sebagai proses review terhadap kelayakan apakah suatu produk atau layanan sesuai dengan ekspektasi dari konsumen potensial apa tidak. Dengan melakukan riset pasar maka pelaku usaha dapat menemukan target pasar, mengumpulkan dan mendokumentasikan opini dan membuat keputusan yang tepat.  Tujuan utama melakukan riset pasar adalah untuk memahami atau memeriksa pasar yang terkait dengan produk atau layanan tertentu, dan untuk mengetahui respon (calon) konsumen terhadap suatu produk atau layanan.

Langkah-langkah Riset Pasar Ekspor biasanya menggunakan elemen elemen dengan cara (1) Mengumpulkan informasi yang akan memberikan informasi dan peluang tentang nilai produk yang ada dan baru, tentu saja membantu bisnis merencanakan dan menyusun strategi yang sesuai.  Informasi ini dapat membantu perusahaan dalam menjaga kecocokan produk, mengidentifikasi konsumen potensial dan menganalisa kompetisi yang akan terjadi. Dalam persaingan global saat ini, kompetisi semakin berat dan pembeli, pada beberapa kejadian, mengganti pemasok yang sesuai dengan global buyer. (2) Berfokus pada pelanggan yang membantu untuk menentukan apa yang dibutuhkan dan diinginkan Customer, memahami kebutuhan customer sehingga rancangan produk dan layanan pelaku usaha diharapkan sesuai dengan apa yang diharapkan customer.  (3) Forecasting dengan riset pasar maka pelaku usaha mampu melakukan prediksi dan memahami kebutuhan pelanggan, tentu saja dapat memperkirakan produksi dan penjualan mereka. Riset pasar juga membantu dalam menentukan persediaan persediaan yang optimal. (4) Keunggulan kompetitif, Riset Pasar sebagai alat penting untuk melakukan studi banding dalam rangka untuk  melihat strategi bisnis yang dapat membantu pelaku usaha tetap berada di depan para kompetitor.

Data juga perlu yang akurat dan berkala. Agar perusahaan untuk dapat bersaing secara global. Hal ini memudahkan untuk membuat keputusan terkait produk dan jasanya, apakah perlu dilakukan modifikasi atau perubahan terhadap strategi promosi dan pemasaran apa yang akan dipakai, perilaku konsumen serta kebutuhan dan keinginan pasar dari negara yang ingin dituju. Dalam melakukan riset pasar ekspor banyak tantangannya terutama dalam hal perbedaan politik, kebudayaan, norma-norma masyarakat dan persepsi, bahasa serta demografi.

Hasil dari Informasi riset pasar akan membantu perusahaan mendapatkan keuntungan dengan resiko rendah.

Maka tugas berikutnya bagi pelaku eksporter untuk melakukan Riset pasar ekspor adalah

  1. Bagaimana caranya menemukan Negara Tujuan Ekspor yang tepat?

Untuk menentukan negara tujuan ekspor perlu cara yang sistematis  karena  terdapat 200 negara di dunia, berarti perlu menyaring negara–negara yang potensial. Tahapan dalam menyeleksi pasar yang potensial adalah sebagai berikut: 

a. Perlu data–data ekonomi makro guna membedakan Negara–Negara potensial, kurang potensial atau memiliki resiko besar

b. Melihat tingkat konsumsi atau penerimaan pasar dari produk yang ingin di pasarkan. Jika data tersebut tidak di peroleh, maka kita dapat menggunakan proxy variable yaitu permintaan dari produk yang menyerupai atau produk yang berkaitan dengan produk ekspor yang ingin dipasarkan sehingga dapat digunakan untuk memproyeksikan potensi permintaan.

c. Pertimbangan mikro seperti persaingan, kemudahan untuk entri pasar, biaya untuk entri, dan keuntungan potensial. Dalam tahap ini perhatian kita ditujukan tidak lagi besarnya pada potensi pasar secara keseluruhan namun sudah berganti kepada beberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh.

d.  Mengevakuasi dan menentukan rangking atau prioritas dari negara sasaran pasar ekspor yang di sesuaikan dengan kemampuan perusahaan, tujuan serta strategi perusahaan

2. Persyaratan yang harus dipenuhi di Negara Tujuan Ekspor?

Biasanya untuk persyaratan adalah menyangkut apa saja persyaratan untuk melakukan Ekspor. Ini berarati pelaku ekspor harus mengetahui regulasi dibidang ekspor seperti komoditi barang yang dilarang ekspor, dibatasi ekspornya dan dilarang ekspor dan  persyaratan cara masuknya komoditi di negara importer seperti informasi terkait dengan: (i) kondisi umum negara-negara importir utama, (ii) sistem standarisasi produk, persyaratan kualitas/mutu, dan peraturan perundangan teknis atau lingkungan di negara importir tersebut.

3. Rantai Pasokan Negara Tujuan Ekspor?

Dalam hal ini berarti ini kita berbicara  tentang peran manajemen supply chain dan logistik dalam  proses perdagangan ekspor. Tentunya secara standar perlu memastikan kualitas produk yang ketat, pengiriman produk secara tepat waktu dengan kondisi produk yang sangat baik dan menjamin kontinuitasnya perlu menjadi perhatian para pengusaha ekspor dan Inventory bahan baku untuk menjaga kontinuitas produksi serta strategi distribusi produk ekspor perlu dikelola dengan baik. Proses Supply Chain ke negara eksporter pengusaha perlu paham tentang penggunaan perusahaan penyedia jasa logistik (3rd Party Logistics) seperti freight forwarder membantu pengurusan pengiriman produk ekspor, termasuk pengurusan dokumen pengiriman.