Buka 25 jam sehari. Tentu itu hanya gurauan. Sebab waktu tetap berjalan sebagaimana mestinya. Satu hari tetap terdiri atas 24 jam. Tidak kurang dan tidak lebih.
Barangkali, bagi mereka, waktu bukan sekadar angka yang berputar di dinding. Waktu adalah kesempatan. Dan selama kesempatan masih ada, pintu warung pun tetap terbuka. (mc)