Pelestari Budaya yang Kurang Mendapat Tempat

Pelestari budaya Jawa bapak Mudiaraso usia 70 tahun tergerak karena panggilan jiwa setelah melalang buana menjadi pelaut Plat Merah kapal tangker Pertamina setelah masa pensiun, Mudiarso tergerak akan kelestarian budaya Jawa dan disisa umurnya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat yang mau bergelut di bidang seni, beliau mengajarkan seni tari bahkan huruf Jawa di sekitar Kecamatan Jenawi mdpl 750 lereng Lawu kurang lebih 30 km ke kota Karanganyar.

Mudiarso melakukan pengarahan (foto mac LESINDO)

Sangar-sangar pelestari seni budaya khususnya Jawa Tengah Solo dan sekitarnya peminatnya bisa dihitung dengan jari. Sekolah-sekolah tingkat dasar juga sudah mengupayakan untuk menambah kegiatan luar sekolah / extra seni tari. Upaya pelestarian seni budaya Jawa terutama di kalangan generasi meleinial bukanlah hal yang mudah dilakukan. Apalagi  di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini, dimana generasi muda Indonesia secara masif diserbu beragam produk seni dan hiburan bernuansa modern melalui gawai digenggaman mereka.

Di usia senja Mudiraso juga sebagai pelatih tarih yang pernah mengajukan surat kepada instansi terkait kebijakan daerah agar sekolah-sekolah didaerah Jenawi untuk mengirimkan 2 siswa atau utusanya untuk belajar bahasa dan huruf aksara Jawa saja tidak mendapat respon yang diharapkan.

Dalam hal ini sangat dibutuhkan kebersamaan dan kepedulian dari segenap pemangku kepentingan terkait agar seni pelestari budaya Jawa tidak saja tetap lestari, tetapi bahkan terus berkembang di tengah masyarakat. (mac)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *