spot_img
BerandaJelajahMahkota yang Tak Tampak: Menjaga Luhur di Tengah Zaman yang Berlari

Mahkota yang Tak Tampak: Menjaga Luhur di Tengah Zaman yang Berlari

Ketiganya—akal, agami, dan budi—bukanlah bagian yang berdiri sendiri. Mereka saling menghidupi, membentuk lingkaran yang utuh. Apa yang dipikirkan akan memengaruhi apa yang diyakini, dan apa yang diyakini akan tampak dalam tindakan. Dalam bahasa yang lebih puitis, orang Jawa menyebutnya sebagai “ngunduh wohing pakarti”: memetik buah dari apa yang ditanam dalam batin.

LESINDO.COM – Di tengah dunia yang semakin riuh oleh ukuran-ukuran lahiriah—angka di rekening, jabatan di kartu nama, hingga sorotan yang datang dan pergi—kearifan Jawa justru mengajukan pertanyaan yang sunyi: apa sebenarnya yang membuat manusia layak dihormati?

 

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments