spot_img
BerandaJelajahjelajahKBIHU Armina Simulasikan Perjalanan Haji di Religi Qolbu Boyolali

KBIHU Armina Simulasikan Perjalanan Haji di Religi Qolbu Boyolali

Ustadz Imron mengingatkan calon Jemaah haji agar memahami bahwa wukuf merupakan salah satu bagian terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji.

LESINDO.COM – Mengenakan pakaian ihram, sekitar 70 calon jemaah haji KBIHU Armina Cabang Kartasura berjalan mengikuti tahapan demi tahapan perjalanan ibadah haji di Wisata Edukasi Religi Qolbu, Boyolali, Sabtu (19/9/2026). Mereka melantunkan talbiyah, mempraktikkan perjalanan dari Mekkah menuju Mina dan Arafah, hingga rangkaian lontar jumrah di Jamarat.

Praktik tersebut bukan sekadar mengulang materi manasik yang telah diberikan sebelumnya. Para calon jemaah haji diajak mengalami secara langsung gambaran perjalanan haji, termasuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, tahalul, tawaf, hingga Sa’i. Sejumlah replika kawasan dan jalur perjalanan di lokasi tersebut digunakan untuk mendekatkan calon jemaah pada kondisi yang akan mereka hadapi di Tanah Suci.

KBIHU Armina Cabang Kartasura yang berbasis di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membagi peserta menjadi dua kelompok untuk memudahkan pendampingan. Simulasi tersebut menjadi bagian dari persiapan agar calon jemaah tidak hanya memahami tata cara ibadah secara teori, tetapi juga mengenali urutan perjalanan dan aktivitas yang harus dilakukan sejak berangkat hingga kembali ke Tanah Air.

“Setelah beberapa kali mendapatkan teori, saatnya calon jemaah melakukan praktik sehingga mereka memiliki gambaran mengenai tahapan pelaksanaan ibadah haji,” ujar Ustadz Imron.

Dalam simulasi tersebut, calon jemaah dibagi menjadi dua kelompok regu untuk memudahkan proses pendampingan dan bimbingan. Rangkaian praktik diasumsikan seperti perjalanan jemaah haji gelombang kedua menuju Tanah Suci.

Kegiatan diawali di Aula Makkah. Calon jemaah mengenakan pakaian ihram, melaksanakan shalat dhuha, berniat haji, kemudian melantunkan talbiyah sebagai bagian dari persiapan memasuki rangkaian ibadah haji.

Dari Mekkah, rombongan kemudian melakukan perjalanan menuju Mina untuk melaksanakan Tarwiyah. Di Mina, calon jemaah mempraktikkan kegiatan yang dapat dilakukan selama berada di tempat tersebut, seperti memperbanyak zikir, doa, membaca Al Quran, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Setelah dari Mina, perjalanan simulasi dilanjutkan menuju Arafah. Di lokasi tersebut, calon jemaah mengikuti khutbah Arafah yang disampaikan Ustad Arif Mujidi yang isinya tentang surat Al Hajj diambil dari ayat 27 yang menyerukan kepada umat manusia untuk menunaikan ibadah haji. Setelah khutbah, dilaksanakan shalat Zuhur dan Ashar secara jamak qasar, kemudian dilanjutkan dengan praktik wukuf hingga menjelang matahari terbenam.

Ustadz Imron mengingatkan calon Jemaah haji agar memahami bahwa wukuf merupakan salah satu bagian terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Selama wukuf agar calon jemaah haji bisa memaksimalkan waktu untuk zikir, doa, tilawah, maupun membaca buku manasik. Arafah merupakan salah satu tempat untuk berdoa yang ijabah dan inti haji adalah wukuf di Arafah,” katanya.

Setelah khutbah Arafah, jemaah melaksanakan shalat Zuhur dan Asar secara jamak qasar, kemudian dilanjutkan dengan wukuf di Arafah sejak setelah Zuhur hingga menjelang matahari terbenam. (mc)

Setelah wukuf, rombongan bergerak menuju Muzdalifah untuk mempraktikkan mabit. Calon Jemaah haji kembali diarahkan untuk memperbanyak doa dan zikir sekaligus mempersiapkan kerikil yang akan digunakan untuk praktik melontar jumrah.

Dari Muzdalifah, perjalanan dilanjutkan menuju tenda di Mina dan Jamarat. Dalam simulasi tersebut, calon Jemaah haji melewati replika terowongan yang menggambarkan perjalanan menuju lokasi Jamarat di Mina.

Jarak perjalanan Mina-Jamarat dalam simulasi diperkirakan sekitar enam kilometer sekali jalan atau sekitar 12 kilometer pulang-pergi. Calon jemaah haji kemudian mempraktikkan lontar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kerikil dengan membaca doa yang telah diajarkan sebelumnya.

Setelah itu, rombongan kembali menuju tenda di Mina melalui terowongan. Calon jemaah haji kemudian mempraktikkan tahalul dengan mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki, mencukur habis rambut atau tahalul menjadi salah satu praktik yang diperagakan.

Rangkaian berikutnya adalah mabit di tenda Mina dan persiapan kembali menuju Jamarat. Calon Jemaah haji kembali melewati terowongan untuk mempraktikkan lontar tiga jumrah, yakni Jumrah Ulla, Wustha, dan Aqabah.

Setelah rangkaian tersebut selesai, simulasi dilanjutkan dengan perjalanan kembali ke Mekkah menuju maktab atau hotel. Barang bawaan diletakkan sebelum calon jemaah melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk mempraktikkan Tawaf Ifadhah.

Usai tawaf, calon jemaah mempraktikkan shalat sunnah, minum air zamzam, kemudian melanjutkan Sa’i dan tahalul.

Rangkaian simulasi kemudian ditutup dengan praktik Tawaf Wada secara pre memory sebelum kepulangan ke Tanah Air. Dalam praktik tersebut, calon jemaah diarahkan memahami bahwa Tawaf Wada dilakukan tanpa dilanjutkan dengan Sa’i.

Setelah Tawaf Wada, jemaah kembali ke maktab untuk mempersiapkan perjalanan menuju bandara, baik melalui Jeddah maupun Madinah, sebelum kembali ke Indonesia.

Pada akhir kegiatan, KBIHU Armina Cabang Kartasura melakukan evaluasi melalui sesi tanya jawab. Calon jemaah diberikan kesempatan untuk menyampaikan kembali pemahaman mereka mengenai tahapan ibadah yang telah dipraktikkan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian akhir dari simulasi sekaligus menjadi sarana bagi pembimbing untuk mengetahui sejauh mana calon jemaah haji memahami urutan, tata cara, serta berbagai aktivitas yang akan mereka jalani selama pelaksanaan ibadah haji.

Melalui praktik lapangan itu, calon jemaah diharapkan tidak hanya menghafal rangkaian manasik secara teori, tetapi juga memiliki gambaran perjalanan secara utuh sehingga lebih siap ketika menghadapi pelaksanaan ibadah haji yang sebenarnya.

Menurut Ketua KBIHU Armina Cabang Kartasura, H. Muhamad Yahya, setelah praktik haji tersebut masih terdapat sejumlah materi yang akan disampaikan pada kegiatan manasik berikutnya. Materi tersebut meliputi fikih wanita dalam ibadah haji, kesehatan haji, psikologi haji, evaluasi bimbingan manasik haji dan umroh, serta keselamatan penerbangan. Selain itu, KBIHU Armina Cabang Kartasura juga akan menggelar manasik akbar bersama KBIHU Armina Sukoharjo sebagai bagian dari persiapan calon jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. (Mac)

 

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments