spot_img
BerandaJelajahjelajahBarangkali Kita Tidak Sedang Tersesat

Barangkali Kita Tidak Sedang Tersesat

Hidup juga tentang belajar menerima apa yang datang tanpa kehilangan akal sehat, hati, dan rasa syukur.

Pada saat itu, manusia mudah menyalahkan keadaan.

Menyalahkan orang yang pergi.

Menyalahkan orang yang datang membawa luka.

Bahkan kadang menyalahkan Tuhan atas jalan yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Padahal, siapa tahu kita hanya belum sampai pada bagian cerita yang menjelaskan semuanya.

Hidup memang aneh.

Kita sering diberi potongan-potongan cerita tanpa pernah diperlihatkan seluruh kisahnya.

Hari ini kita hanya tahu bahwa kita kehilangan.

Besok mungkin kita tahu bahwa kehilangan itu menyelamatkan.

Hari ini kita menganggap seseorang telah menghancurkan hidup kita.

Bertahun-tahun kemudian, kita mungkin baru mengerti bahwa pertemuan itu justru memaksa kita tumbuh.

Begitulah manusia belajar membaca kehidupan.

Tidak selalu melalui keberhasilan.

Kadang melalui kegagalan.

Tidak selalu melalui orang baik.

Kadang justru melalui orang yang membuat hati terluka.

Ada orang yang hadir membawa kebahagiaan.

Ada yang datang membawa ujian.

Ada yang meninggalkan kenangan.

Ada pula yang meninggalkan luka yang kemudian mengubah cara kita melihat dunia.

Semuanya mempunyai tempat dalam perjalanan.

Bukan berarti semua perbuatan harus dibenarkan. Bukan pula berarti luka harus dipelihara sebagai dendam.

Tetapi ada saatnya kita berhenti bertanya, “Mengapa dia melakukan ini kepadaku?”

Lalu menggantinya dengan pertanyaan yang lebih dalam:

“Apa yang sedang kehidupan ajarkan kepadaku melalui semua ini?”

Pertanyaan itu membuat hati sedikit lebih tenang.

Sebab kita tidak lagi sibuk mencari siapa yang harus disalahkan.

Kita mulai mencari apa yang bisa dipelajari.

Dalam pandangan Jawa ada ungkapan sangkan paraning dumadi—dari mana manusia berasal dan ke mana akhirnya kembali.

Di antara dua titik itu, manusia berjalan melalui begitu banyak persimpangan.

Bertemu orang yang tidak pernah direncanakan.

Berpisah dengan orang yang tidak pernah ingin ditinggalkan.

Datang ke tempat yang semula tidak ingin didatangi.

Mengalami sesuatu yang dahulu tidak pernah dibayangkan.

Barangkali itulah perjalanan.

Kita tidak memegang seluruh peta.

Kita hanya diberi kemampuan untuk melangkah dari satu hari ke hari berikutnya.

Karena itu, jangan terlalu cepat menyebut sebuah kejadian sebagai kesialan.

Jangan pula terlalu cepat menyebut sebuah pertemuan sebagai keberuntungan.

Waktu sering kali mempunyai cara sendiri untuk menjelaskan sesuatu.

Ada hal-hal yang baru masuk akal setelah bertahun-tahun.

Ada pintu yang tertutup justru karena di baliknya bukan tempat kita.

Ada seseorang yang pergi bukan karena kita tidak layak dicintai, tetapi karena perjalanan kami memang hanya sampai di situ.

Ada jalan yang berliku bukan karena kehidupan ingin menyulitkan, tetapi mungkin karena di sepanjang jalan itu ada sesuatu yang harus kita temukan.

Kita tidak pernah benar-benar tahu.

Dan mungkin memang tidak perlu tahu semuanya.

Sebab sebagian rahasia kehidupan baru boleh kita mengerti setelah kita cukup matang untuk menerimanya.

Maka berjalanlah dengan tenang.

Jika seseorang datang, sambut dengan kebaikan.

Jika seseorang pergi, lepaskan dengan keikhlasan.

Jika seseorang melukai, ambil pelajarannya tanpa harus membawa kebencian seumur hidup.

Sebab manusia yang kita temui bukan selalu ditakdirkan untuk tinggal.

Sebagian hanya ditakdirkan untuk mengubah arah langkah kita.

Dan mungkin, tanpa kita sadari, setiap orang yang pernah singgah sedang membantu kita menjadi seseorang yang berbeda.

Lebih kuat.

Lebih sederhana.

Lebih berhati-hati.

Lebih memahami bahwa hidup bukan semata-mata tentang mendapatkan apa yang kita inginkan.

Hidup juga tentang belajar menerima apa yang datang tanpa kehilangan akal sehat, hati, dan rasa syukur.

Pada akhirnya, kita mungkin akan sampai pada satu kesadaran:

Barangkali selama ini kita tidak sedang tersesat.

Kita hanya sedang berjalan melalui jalan yang belum kita mengerti.

Dan di balik setiap belokan, setiap pertemuan, setiap kehilangan, selalu ada sesuatu yang belum kita ketahui.

Sebuah rahasia yang hanya waktu yang mampu membukanya.

Maka tidak semua harus dijelaskan hari ini.

Ada yang cukup dijalani.

Ada yang cukup disyukuri.

Ada yang cukup dimaafkan.

Dan ada yang cukup diletakkan di belakang, lalu kita lanjutkan perjalanan.

Sebab hidup terus berjalan.

Dan mungkin, di suatu tempat yang belum kita ketahui, alasan dari semua perjalanan itu sedang menunggu untuk kita pahami.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments