spot_img
BerandaJelajahDi Bawah Deras Air Terjun, Ia Mencari Dirinya Sendiri

Di Bawah Deras Air Terjun, Ia Mencari Dirinya Sendiri

Di hadapan air terjun itu, ia menemukan sebuah pelajaran sederhana. Air tidak pernah memaksa dirinya untuk tetap berada di tempat yang sama. Ia mengalir ketika harus mengalir, jatuh ketika harus jatuh, lalu kembali menyatu dengan sungai

Oleh : Adreena A
LESINDO.COM – Ia berdiri di atas batu yang basah, tepat di hadapan air terjun yang jatuh tanpa pernah bertanya ke mana air itu harus menuju.
Derasnya air memecah kesunyian. Kabut tipis menyentuh wajahnya. Sesekali cahaya matahari menembus celah pepohonan, membentuk pelangi kecil di antara percikan air.

Namun, bukan air terjun yang sebenarnya ingin ia lihat.
Ia datang ke tempat itu untuk mencari sesuatu yang selama ini hilang—dirinya sendiri.
Sudah terlalu lama ia menjalani hidup dengan menjadi apa yang diinginkan orang lain. Menjadi perempuan yang kuat ketika sebenarnya ingin menangis. Tersenyum ketika hatinya sedang berantakan. Mengatakan “aku baik-baik saja” meski jauh di dalam dirinya ada bagian yang lelah meminta didengarkan.

Di kota, ia begitu sibuk mengejar banyak hal.
Pekerjaan. Pengakuan. Kesuksesan. Penilaian orang lain.
Sampai suatu hari ia bertanya kepada dirinya sendiri,
“Sebenarnya, aku sedang mengejar apa?”
Pertanyaan sederhana itu justru membuatnya terdiam lama.
Maka ia pergi.
Bukan untuk melarikan diri dari kehidupan, tetapi untuk mengambil jarak agar bisa melihat kehidupannya dengan lebih jernih.

Di hadapan air terjun itu, ia menemukan sebuah pelajaran sederhana.
Air tidak pernah memaksa dirinya untuk tetap berada di tempat yang sama. Ia mengalir ketika harus mengalir, jatuh ketika harus jatuh, lalu kembali menyatu dengan sungai.
Mungkin hidup juga begitu.

Tidak semua yang pergi harus dikejar. Tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. Dan tidak semua luka harus segera disembuhkan.
Ada luka yang cukup diterima sebagai bagian dari perjalanan.
Ia menatap air yang jatuh dari ketinggian.
Air terjun itu tidak pernah takut jatuh.
Justru karena berani jatuh, ia menjadi sesuatu yang indah.
Perempuan muda itu tersenyum kecil.

Barangkali selama ini ia terlalu takut gagal. Terlalu takut kehilangan. Terlalu takut mengecewakan orang lain.
Padahal, mungkin dirinya tidak benar-benar hilang.
Ia hanya terlalu lama berada di tempat yang membuat dirinya lupa siapa dirinya sendiri.
Di tempat itu, ia tidak menemukan jawaban besar.
Tidak ada suara yang tiba-tiba mengatakan apa tujuan hidupnya.
Tidak ada keajaiban yang menghapus seluruh kegelisahan.
Yang ia temukan hanya ketenangan.

Dan ternyata, kadang-kadang itulah yang paling dibutuhkan seseorang untuk menemukan dirinya kembali.
Ia menarik napas dalam-dalam.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia tidak ingin menjadi siapa-siapa.
Tidak ingin membuktikan apa-apa.
Ia hanya ingin menjadi dirinya sendiri.
Air terjun terus jatuh.
Angin terus bergerak.
Waktu terus berjalan.

Dan perempuan itu akhirnya memahami satu hal:
Mencari diri sendiri bukan selalu tentang menemukan siapa kita. Kadang, ia justru tentang melepaskan semua yang selama ini membuat kita berpura-pura menjadi orang lain.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments