spot_img
BerandaJelajahKreativitas Tanpa Batas dari Barang Bekas

Kreativitas Tanpa Batas dari Barang Bekas

Ratusan siswa SDN Makamhaji 05 bersama anak-anak TK Desa Makamhaji mengikuti jalan sehat dengan rute mengelilingi kampung hingga melintasi beberapa wilayah sekitar sekolah.

SUKOHARJO – Kreativitas siswa SDN Makamhaji 05 ditunjukkan melalui kegiatan jalan sehat yang dikemas layaknya karnaval dengan mengenakan kostum berbahan barang bekas dan limbah. Kegiatan yang semula direncanakan sebagai penutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akhirnya dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026), bersamaan dengan agenda rutin sekolah yang digelar setiap akhir bulan.

Ratusan siswa SDN Makamhaji 05 bersama anak-anak TK Desa Makamhaji mengikuti jalan sehat dengan rute mengelilingi kampung hingga melintasi beberapa wilayah di sekitar sekolah. Selain menjadi kegiatan olahraga dan mempererat kebersamaan, acara tersebut juga menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus memperkenalkan keberadaan sekolah kepada masyarakat.

Sekolah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkreasi, berinovasi, dan menghasilkan karya dari barang yang semula tidak terpakai.”(mc)

Beragam kostum unik hasil kreasi siswa berhasil menarik perhatian warga. Mulai dari busana bertema profesi, tokoh pewayangan, hewan, hingga kostum futuristik dibuat dari berbagai bahan bekas seperti plastik, kardus, koran, gelas air mineral, karung, dan aneka limbah rumah tangga yang disulap menjadi karya bernilai estetis.

Kepala SDN Makamhaji 05, Edy Nawaka, S.Pd, mengatakan pemanfaatan barang bekas sebagai bahan kostum bertujuan menggali potensi, imajinasi, dan kreativitas peserta didik sejak dini, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu berkarya melalui berbagai media yang ada di sekitar mereka. Dengan kreativitas, barang yang semula dianggap limbah dapat diubah menjadi karya yang menarik, bahkan memiliki nilai ekonomi. Siapa tahu, dari kegiatan sederhana ini akan lahir anak-anak yang memiliki bakat di bidang seni, desain, maupun kewirausahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pemanfaatan bahan bekas dan limbah rumah tangga, sekolah ingin memberikan ruang bagi peserta didik untuk berimajinasi, berinovasi, dan menciptakan karya yang lahir dari tangan mereka sendiri. Selain mengasah kreativitas, kegiatan tersebut juga mengajarkan bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna dan nilai jual.

Setelah menyelesaikan rute jalan sehat, seluruh peserta mengikuti peragaan busana (fashion show) di halaman sekolah. Setiap siswa tampil memperagakan kostum hasil kreasinya di hadapan dewan juri, guru, orang tua, serta teman-temannya.

Sebelum penilaian dimulai, suasana semakin semarak dengan penampilan karaoke dari para siswa. Dewan juri kemudian menilai kreativitas desain, pemanfaatan bahan daur ulang, keunikan konsep, serta kepercayaan diri peserta saat tampil di atas panggung.

“Kegiatan ini juga melibatkan anak-anak TK Desa Makamhaji sebagai peserta, sehingga mereka dapat belajar memanfaatkan barang bekas dan limbah menjadi karya yang kreatif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.” (mc)

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil menampilkan kostum terbaik dengan kreativitas paling unik dan inovatif. Melalui kegiatan ini, SDN Makamhaji 05 berharap dapat menumbuhkan karakter kreatif, percaya diri, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Sementara itu, Kepala TK dan PAUD Desa Makamhaji, Siti Andayani, S.Pd. AUD, mengapresiasi SDN Makamhaji 05 yang telah melibatkan peserta didiknya dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarsatuan pendidikan menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk belajar berkreasi sekaligus mengenal pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SDN Makamhaji 05 yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak TK dan PAUD untuk ikut berpartisipasi. Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk terus berkreasi tanpa batas melalui pemanfaatan bahan daur ulang, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang fashion show. Meski berlangsung sederhana, semangat dan antusiasme peserta menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu lahir dari barang-barang baru, tetapi dapat tumbuh dari benda-benda bekas yang diolah menjadi karya bernilai dan penuh makna.(Mac)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments