spot_img
BerandaJelajahjelajahOrang Tua dan Wali Santri Padati Seminar Parenting Daarul Qur'an Colomadu, Tekankan...

Orang Tua dan Wali Santri Padati Seminar Parenting Daarul Qur’an Colomadu, Tekankan Pentingnya Keikhlasan dan Peran Doa

Ustadzah Farida berpesan agar para orang tua melepaskan anak mondok dengan ikhlas dan total (los), tanpa keraguan setengah-setengah. Energi keraguan dari orang tua dikhawatirkan dapat memengaruhi konsentrasi anak dalam menuntut ilmu.

LESINDO.COM — Ratusan orang tua dan wali santri tingkat SMP dan SMA memadati Aula Masjid Al-Kahfi, Pondok Pesantren Daarul Qur’an, Sanggir, Paulan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (23/8/2026). Acara seminar parenting yang diselenggarakan oleh Daarul Qur’an ini menghadirkan pembicara nasional Hj. Farida Nur Aini, S.Sos., M.CH., CHT.

Meski sempat mengalami sedikit penundaan dari jadwal semula pukul 09.00 WIB, antusiasme para tamu undangan tetap tinggi. Dalam pemaparannya selama kurang lebih 1,5 jam, Ustadzah Farida menekankan bahwa tagline utama anak didik Daarul Qur’an adalah “Jujur, Mandiri, dan Disiplin”.

Tantangan Era Digital dan Bekal Generasi Kuat

Ustadzah Farida mengingatkan bahwa kehidupan dunia memiliki batas waktu. Oleh karena itu, investasi terbaik bagi orang tua adalah mencetak anak-anak yang sholeh dan sholihah serta berbakti kepada kedua orang tua, yang pahalanya akan terus mengalir hingga alam kubur.

Ia juga menyoroti fenomena anak-anak zaman sekarang yang kerap enggan diajak mondok. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah ketergantungan anak pada telepon genggam (HP) yang membawa banyak mudharat dan berpotensi merusak akidah.

“Menghancurkan sebuah bangsa di zaman sekarang ini tidak perlu dengan senjata, cukup dengan memasukan ideologi, senjatanya sekarang yang digunakan dengan HP, cukup disebar dengan satu klik saja sudah menyebar kemana-mana,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pesan Surah An-Nisa ayat 9, agar orang tua senantiasa takut dan berhati-hati apabila meninggalkan generasi di belakang mereka dalam keadaan lemah.

Keutamaan Mendidik dan Realitas Pesantren

Lebih lanjut, Ustadzah Farida mengapresiasi ikhtiar orang tua yang rela berpisah demi memondokkan anak serta berjuang membiayai pendidikannya. Ia menceritakan pengamatannya saat melihat para santri bersemangat menghafal Al-Qur’an di pondok—pemandangan yang jauh lebih produktif ketimbang anak yang terus memegang gawai di rumah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar orang tua senantiasa realistis karena tidak ada lembaga pendidikan yang sempurna, termasuk di pondok pesantren. Ia juga berpesan agar orang tua memondokkan anak dengan niat yang benar, bukan sekadar “memindahkan masalah” kepada ustadz dan ustadzah karena sudah kewalahan mendidik di rumah.

Kekuatan Doa dan Keikhlasan Orang Tua

Menutup sesinya, Ustadzah Farida berpesan agar para orang tua melepaskan anak mondok dengan ikhlas dan total (los), tanpa keraguan setengah-setengah. Energi keraguan dari orang tua dikhawatirkan dapat memengaruhi konsentrasi anak dalam menuntut ilmu.

Ia juga menegaskan bahwa doa orang tua memiliki kekuatan yang lebih dahsyat daripada 1000 nasihat, bahkan diibaratkan mampu menembus langit dan mengubah takdir. Orang tua pun diimbau untuk menyambut setiap keluh kesah anak saat dijenguk di pondok dengan doa-doa kebaikan.(Mac)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments