spot_img
BerandaJelajahMPLS SMK Pelayaran Kartasura Tanamkan Disiplin, Karakter, dan Kompetensi Sejak Hari Pertama

MPLS SMK Pelayaran Kartasura Tanamkan Disiplin, Karakter, dan Kompetensi Sejak Hari Pertama

Panitia MPLS menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun bukan sekadar sebagai agenda pengenalan sekolah, melainkan sebagai proses awal membangun budaya pendidikan pelayaran yang profesional.

LESINDO.COM – SMK Pelayaran Kartasura menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi taruna-taruni baru di mulai hari Senin, 13-18 Juli Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan mengedepankan pembentukan karakter, kedisiplinan, penguatan kompetensi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja maritim. Selama pelaksanaan MPLS, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibekali berbagai materi yang menjadi fondasi pendidikan vokasi pelayaran.

Berbeda dengan kegiatan pengenalan sekolah pada umumnya, MPLS di SMK Pelayaran Kartasura dirancang sebagai proses awal pembentukan mental dan budaya kerja. Sejak hari pertama, para taruna dan taruni dikenalkan pada tata kehidupan sekolah yang mengedepankan disiplin, tanggung jawab, integritas, serta semangat kebersamaan sebagai bekal memasuki dunia kepelautan yang memiliki standar profesional tinggi.

Salah satu materi utama adalah Pengenalan Tata Tertib Taruna-Taruni yang disampaikan oleh Mayor Purn. Sutarjo. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai aturan kehidupan taruna, etika berperilaku, tata cara bersikap, hingga pentingnya membangun disiplin sebagai karakter utama seorang pelaut.

Menurut Fitrianika Nurul Z, S.Pd selaku panitia, kedisiplinan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan sekolah, tetapi menjadi modal utama yang akan menentukan keberhasilan lulusan ketika memasuki dunia industri pelayaran yang menuntut ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam sistem yang terstruktur.

Selain pembentukan karakter, sekolah juga memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental peserta didik. Melalui kerja sama dengan Polsek Kartasura, siswa memperoleh penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA). Materi tersebut menekankan berbagai dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, masa depan, serta karier seseorang, khususnya bagi profesi pelaut yang menuntut kondisi fisik dan mental prima.

Sementara itu, Puskesmas Kartasura memberikan materi mengenai Sekolah Sehat dan Fenomena Sosial Remaja. Dalam sesi ini peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan, membangun pola hidup bersih, mengenali tantangan pergaulan remaja, serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental di lingkungan sekolah.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bagian Kesiswaan memperkenalkan program Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Program tersebut mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Penguatan karakter religius juga menjadi bagian penting dalam MPLS. Melalui materi ibadah, sekolah mengajak seluruh taruna dan taruni untuk membiasakan kehidupan yang seimbang antara kecakapan akademik, kedisiplinan, serta nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di bidang akademik, peserta dikenalkan dengan berbagai kompetensi keahlian yang akan dipelajari selama menempuh pendidikan di SMK Pelayaran Kartasura. Materi Orientasi Kompetensi Keahlian disampaikan oleh Jumiati, ANT-III, yang memberikan gambaran mengenai dunia kepelautan, kompetensi lulusan, hingga peluang kerja di sektor maritim.

Pengarahan ini menjadi momen penting dalam proses adaptasi siswa baru, di mana mereka mulai memahami standar perilaku dan norma-norma yang berlaku di lingkungan pendidikan mereka yang baru.(mc)

Selanjutnya, Robyy Setiawan Abadi, S.Pd memberikan materi mengenai Kurikulum dan Cara Belajar Efektif. Peserta dikenalkan dengan sistem pembelajaran di sekolah vokasi, strategi belajar yang tepat, serta pentingnya membangun kebiasaan belajar mandiri agar mampu mengikuti pendidikan yang mengombinasikan teori dan praktik.

Kesiapan menghadapi dunia kerja juga menjadi perhatian sekolah. Melalui materi Budaya Kerja dan Dunia Kerja, Dr. Hermawan Ariyanto menjelaskan pentingnya etos kerja, profesionalisme, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan industri maritim yang terus mengalami perubahan.

Dalam era digital, kemampuan menggunakan media sosial secara bijak juga menjadi salah satu materi penting. Sugiyarni, MM, MPd menyampaikan materi Literasi dan Sopan Bermedia Sosial, yang mengajak peserta memahami etika berkomunikasi di ruang digital, menjaga jejak digital, serta memanfaatkan media sosial secara positif sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.

Peserta MPLS juga diajak melakukan observasi lingkungan sekolah yang dipandu oleh Eko Supriadi, ST. Kegiatan ini bertujuan agar siswa mengenal berbagai fasilitas pendidikan, ruang praktik, laboratorium, bengkel, hingga sarana pendukung pembelajaran yang tersedia di lingkungan sekolah.

Sebagai bagian dari pengembangan minat dan bakat, para taruna dan taruni diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler oleh Teguh Didik K., Amd. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, serta keterampilan sosial yang akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Yang menjadi ciri khas pelaksanaan MPLS tahun ini adalah penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang dipaparkan oleh Cicilia Kristiyanti. Gerakan tersebut diintegrasikan sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk membangun kebiasaan positif sejak dini, sehingga peserta didik tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Panitia MPLS menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun bukan sekadar sebagai agenda pengenalan sekolah, melainkan sebagai proses awal membangun budaya pendidikan pelayaran yang profesional.

“MPLS ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi titik awal pembentukan karakter taruna dan taruni. Kami ingin peserta didik memahami bahwa disiplin, etika, tanggung jawab, dan budaya kerja profesional harus mulai dibangun sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari SMK Pelayaran Kartasura. Bekal inilah yang nantinya akan mereka bawa ketika memasuki dunia maritim yang memiliki standar keselamatan dan profesionalisme tinggi,” ujar Benih Toto Laksono, S.Pd Selaku Kepala Sekolah.

Melalui pelaksanaan MPLS yang komprehensif tersebut, SMK Pelayaran Kartasura berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami budaya pendidikan pelayaran, serta tumbuh menjadi generasi taruna dan taruni yang disiplin, cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja maritim maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Cha)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments