spot_img
BerandaJelajahjelajahMahasiswa Psikologi UBP Karawang Padukan Pengolahan Kain Perca dan Coping Mechanism dalam...

Mahasiswa Psikologi UBP Karawang Padukan Pengolahan Kain Perca dan Coping Mechanism dalam Program KKN di Surakarta

Pada akhir kegiatan, UBP Karawang juga memberikan dukungan berupa penyediaan website dan domain gratis bagi Malessaa Fashion untuk memperluas pemasaran digital.

LESINDO.COM — Mahasiswa Program Studi Psikologi Kelas RPL 23 Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang mengintegrasikan pengolahan limbah kain perca dengan pendekatan psikologis berupa coping mechanism dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Program yang berlangsung pada 4 Juli hingga 8 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan pelaku usaha pengolahan limbah tekstil Malessaa Fashion sebagai upaya mengatasi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Ketua Kelompok KKN, Diah Kusumawardhani, mengatakan, mahasiswa mendampingi masyarakat mengolah kain perca menjadi produk bernilai ekonomi, seperti tas, dompet, sarung kursi, dan berbagai aksesori fesyen. Selain memberikan nilai tambah terhadap limbah tekstil, kegiatan itu juga diharapkan membuka peluang usaha bagi warga.

Menurut dia, proses kreatif dalam mengolah kain perca tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media pemberdayaan psikologis bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui sesi edukasi yang disampaikan dosen psikologi, Choirul Ibad, M.Psi., dalam rangkaian kunjungan pimpinan universitas dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBP Karawang pada 18 Juli 2026.


Proses mengolah limbah kain perca menjadi produk fesyen bernilai jual dimanfaatkan sebagai media pemberdayaan ekonomi sekaligus pendekatan psikologis untuk membantu masyarakat mengelola stres melalui aktivitas kreatif. (mc)

Choirul menjelaskan, aktivitas menyusun, menjahit, dan memadukan warna kain perca dapat menjadi sarana coping mechanism atau mekanisme koping untuk membantu mengurangi tekanan psikologis.

“Proses kreatif dalam mengolah limbah kain perca bukan sekadar kegiatan ekonomi sirkular untuk menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk coping mechanism. Aktivitas seni kriya dapat membantu mengurangi stres, meredakan kecemasan, serta memberikan ketenangan bagi masyarakat,” ujar Choirul.

Selain pengolahan limbah tekstil, mahasiswa juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat. Alda Vice menginisiasi penguatan bank sampah di RT 02/RW 13, sementara Sugianto dan Hatim Hulwi mengembangkan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly.

Di bidang kesehatan, Agus Susanto memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sedangkan Tri Ambarwati menyosialisasikan program DAGASIGU atau Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar.

Adapun Diah Kusumawardhani bersama Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kelurahan Tipes menggelar sosialisasi perlindungan perempuan dan anak. Sementara itu, Tri Winarni melakukan pendampingan psikososial bagi anak yang menjadi korban perundungan.

Pada akhir kegiatan, UBP Karawang juga memberikan dukungan berupa penyediaan website dan domain gratis bagi Malessaa Fashion untuk memperluas pemasaran digital. Posko KKN di Kelurahan Tipes juga ditetapkan sebagai laboratorium penelitian jarak jauh Fakultas Psikologi UBP Karawang.

Melalui perpaduan pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular dan pendekatan psikologi terapan, program KKN tersebut diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan kesehatan mental masyarakat.(Tr)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments