spot_img
BerandaJelajah"Ketika Anak Melampaui Pundak Ibunya"

“Ketika Anak Melampaui Pundak Ibunya”

Di puncak perjalanan seperti dalam foto ini, ketika awan membentang di bawah kaki dan gunung-gunung berdiri megah di kejauhan, terasa bahwa keluarga adalah pendakian terindah dalam hidup

LESINDO.COM – Di antara mereka berdua, jika ada yang bertanya mana yang lebih berat antara istri dan anak, jawabannya mungkin sederhana: tentu anak. Bukan karena pernah menimbangnya satu per satu, melainkan karena waktu telah menjadi saksi bahwa anak yang dulu digendong perlahan tumbuh semakin besar. Setiap hari tubuhnya bertambah tinggi, langkahnya semakin panjang, dan kebutuhannya semakin banyak. Porsi makannya yang dulu hanya beberapa suap kini menjadi sepiring penuh. Berat badannya bertambah sedikit demi sedikit, hampir tak terasa, namun pasti.

Sementara itu, sang ibu seakan tetap menjadi tempat kembali, sosok yang dahulu menggendong kini berjalan berdampingan dengan anak yang mulai menjulang. Ada saat ketika tinggi anak melampaui pundak ibunya, dan suatu hari berat badannya pun mungkin jauh melebihi orang yang pernah mengandung dan melahirkannya. Itulah hukum kehidupan yang berjalan diam-diam tanpa banyak suara.

Namun sesungguhnya, yang paling berat bukanlah berat badan yang bisa ditimbang dengan angka. Yang paling berat adalah kasih sayang yang dipikul oleh seorang ibu kepada anaknya. Sejak pertama kali mendengar tangis bayi, ia membawa beban cinta yang tidak pernah berkurang meskipun anaknya semakin besar. Ia memikirkan kesehatan, pendidikan, masa depan, bahkan kebahagiaan anaknya jauh lebih sering daripada memikirkan dirinya sendiri.

Maka jika harus memilih mana yang lebih berat antara istri dan anak, mungkin timbangan akan berpihak kepada anak karena tubuhnya terus bertambah besar dari waktu ke waktu. Namun jika yang ditimbang adalah pengorbanan, ketulusan, dan cinta yang menyertai perjalanan hidup mereka, maka seorang ibu menyimpan berat yang jauh lebih besar di dalam hatinya. Berat yang tidak terlihat oleh mata, tidak tercatat oleh angka, tetapi dirasakan dalam setiap doa yang ia panjatkan dan setiap langkah yang ia iringi dengan kasih yang tak pernah habis.

Di puncak perjalanan seperti dalam foto ini, ketika awan membentang di bawah kaki dan gunung-gunung berdiri megah di kejauhan, terasa bahwa keluarga adalah pendakian terindah dalam hidup. Anak mungkin tumbuh lebih tinggi dan lebih berat dari ibunya, tetapi di hadapan cinta seorang ibu, ia akan selalu menjadi anak kecil yang dahulu digendong dengan penuh kasih. Dan cinta itu, seperti langit yang menaungi pegunungan, tetap luas, teduh, dan tak pernah berkurang meski waktu terus berjalan. (Dre)

Artikulli paraprak
RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments