Oleh : M. Muhamad
Nak,
LESINDO.COM – Ada begitu banyak hal yang ingin Ayah katakan kepadamu, tetapi selalu saja terasa sulit ketika harus mengucapkannya. Mungkin karena seorang ayah memang sering kali lebih pandai menyimpan daripada mengatakan. Ia bisa berjam-jam bekerja tanpa mengeluh, menahan cemas tanpa bercerita, bahkan tersenyum ketika sebenarnya hatinya sedang penuh oleh kekhawatiran.
Tetapi malam ini Ayah ingin berkata jujur kepadamu.
Ayah tahu, suatu hari nanti engkau akan pergi.
Bukan pergi karena tidak mencintai Ayah, melainkan karena hidup memang tidak pernah diciptakan untuk membuat seorang anak tinggal selamanya di bawah bayang-bayang orangtuanya.
Dan Ayah sedang belajar menerima kenyataan itu.
Dulu, ketika engkau masih kecil, tanganmu begitu kecil ketika menggenggam tangan Ayah.
Engkau berjalan beberapa langkah, lalu terjatuh. Menangis. Bangkit lagi. Kemudian mencari tangan Ayah.
Saat itu Ayah berpikir, tugas Ayah sederhana: menjagamu agar tidak jatuh.
Tetapi ternyata Ayah keliru.
Tugas Ayah bukan menjagamu agar tidak pernah jatuh.
Tugas Ayah adalah memastikan bahwa ketika engkau jatuh, engkau tahu bagaimana caranya bangkit.
Karena dunia di luar rumah tidak selalu seramah pelukan seorang ayah.
Akan ada orang yang menyayangimu.
Akan ada pula yang mengecewakanmu.
Akan ada yang datang membawa ketulusan, tetapi mungkin ada pula yang datang membawa kepentingannya sendiri.
Ada orang yang akan menghargaimu.
Ada yang meremehkanmu.
Bahkan mungkin ada seseorang yang suatu hari membuatmu menangis, sementara Ayah hanya bisa mendengarnya dari kejauhan.
Dan pada saat seperti itu, mungkin untuk pertama kalinya Ayah akan menyadari bahwa ada batas dari kemampuan seorang ayah untuk melindungi anaknya.
Ayah tidak bisa selalu berada di sampingmu.
Tidak bisa selalu menghapus air matamu.
Tidak bisa selalu datang ketika engkau takut.
Maka sejak sekarang, Ayah ingin menitipkan satu hal kepadamu:
belajarlah menjadi kuat tanpa kehilangan kelembutan hatimu.
Nak,
Jangan pernah mengira bahwa diamnya Ayah berarti Ayah tidak peduli.
Ada banyak malam ketika Ayah memikirkanmu lebih lama daripada yang engkau tahu.
Tentang masa depanmu.
Tentang orang-orang yang akan kau temui.
Tentang keputusan-keputusan yang suatu hari harus kau ambil sendiri.
Tentang kemungkinan bahwa pilihanmu kelak tidak selalu sesuai dengan apa yang Ayah bayangkan.
Dan mungkin itulah bagian tersulit menjadi seorang ayah.
Mencintai seorang anak berarti bersedia melihatnya tumbuh menjadi manusia yang memiliki pilihan sendiri.
Ayah boleh memberi nasihat.
Boleh mengingatkan.
Boleh khawatir.
Tetapi Ayah tidak boleh menjadikan hidupmu sebagai milik Ayah.
Karena engkau bukan milik Ayah.
Engkau adalah titipan Tuhan.
Ayah hanya diberi kesempatan untuk menemanimu dalam sebagian perjalanan.
Maka jika suatu hari pilihanmu berbeda dengan keinginan Ayah, jangan takut.
Ayah mungkin akan kecewa.
Ayah mungkin akan diam.
Mungkin juga ada saat ketika Ayah tidak segera memahami jalan yang kau pilih.
Tetapi jangan pernah menyimpulkan bahwa kasih Ayah ikut berubah.
Tidak.
Kasih seorang ayah seharusnya tidak berhenti hanya karena anaknya memilih jalan yang berbeda.
Justru di situlah cinta diuji.
Sebab mudah mencintai ketika semuanya berjalan sesuai harapan.
Yang sulit adalah tetap mendoakan ketika kehidupan tidak berjalan seperti yang kita inginkan.
Ayah sedang belajar tentang itu.
Belajar bahwa mencintaimu bukan berarti mengatur seluruh hidupmu.
Belajar bahwa menjaga bukan berarti menggenggam terlalu erat.
Dan belajar bahwa terkadang bentuk perlindungan yang paling tinggi adalah melepaskanmu kepada Tuhan.
Nak,
Kalau kelak engkau menemukan seseorang yang ingin berjalan bersamamu, pilihlah bukan hanya orang yang membuatmu bahagia.
Carilah seseorang yang membuatmu merasa aman menjadi dirimu sendiri.
Seseorang yang tidak mematikan suaramu.
Yang tidak merendahkan mimpimu.
Yang tidak menjadikan cinta sebagai alasan untuk menguasaimu.
Jangan tertipu oleh kata-kata yang indah jika perilakunya membuatmu terus-menerus merasa tidak berharga.
Dan jangan pula mengejar seseorang hanya karena takut sendirian.
Kesendirian jauh lebih baik daripada hidup bersama seseorang yang membuatmu kehilangan dirimu sendiri.
Ayah tidak meminta engkau menemukan manusia yang sempurna.
Sebab Ayah sendiri jauh dari sempurna.
Carilah seseorang yang mau belajar, mau bertanggung jawab, mau meminta maaf, dan memiliki keberanian untuk menjaga komitmen ketika kehidupan tidak sedang baik-baik saja.
Karena rumah tangga bukan tentang dua manusia yang tidak pernah terluka.
Rumah tangga adalah tentang dua manusia yang memilih untuk tidak saling melukai ketika sedang terluka.
Dan jika suatu hari seseorang datang kepadamu dengan janji yang begitu banyak, jangan hanya dengarkan apa yang keluar dari mulutnya.
Perhatikan bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang tidak memiliki kepentingan baginya.
Perhatikan bagaimana ia bersikap ketika marah.
Perhatikan bagaimana ia memperlakukan orang yang lebih lemah.
Sebab karakter manusia sering kali tidak terlihat ketika ia sedang ingin mendapatkan sesuatu.
Karakter justru tampak ketika ia sudah merasa tidak perlu berpura-pura.
Ayah tidak ingin engkau memilih hanya karena perasaan.
Gunakan hatimu.
Tetapi jangan matikan akal sehatmu.
Sebab hati bisa jatuh cinta kepada seseorang yang ternyata tidak baik untuk kehidupanmu.
Dan ketika itu terjadi, Ayah ingin engkau cukup kuat untuk berkata:
“Aku mencintaimu, tetapi aku tidak boleh kehilangan diriku sendiri demi mencintaimu.”

