LESINDO.COM — Pengembangan bahasa Arab di kalangan generasi muda membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pendidik, dan mahasiswa. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan DZIKRO 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Antar Mahasiswa Bahasa Arab Universitas Negeri Semarang (KOMARUN), Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Muhammad Nanang Qosim, S.Pd., M.Pd.I., akademisi UIN Raden Mas Said Surakarta, terlibat sebagai juri. Keterlibatannya menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mendukung kegiatan pengembangan potensi pelajar sekaligus memperkuat tradisi akademik dalam pendidikan bahasa Arab.
DZIKRO 2026 mengangkat tema “Karsa Benih Menyemai Solidaritas di Tanah Thaba” dan melibatkan peserta lomba dari jenjang SMA/sederajat se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang perjumpaan generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap bahasa Arab dan berbagai aktivitas pendukung pembelajarannya.
Kehadiran Dr. Muhammad Nanang Qosim dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya peran akademisi dalam memberikan kontribusi di luar ruang perkuliahan. Kompetisi pelajar tidak hanya menjadi sarana untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga dapat menjadi wahana membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, kreativitas, dan semangat belajar.
Sebagai akademisi yang menekuni bidang pendidikan bahasa, pragmatik, wacana, dan semantik bahasa Arab, partisipasi Dr. Muhammad Nanang Qosim relevan dengan upaya memperluas pengembangan bahasa Arab sebagai disiplin ilmu sekaligus sarana komunikasi dan pengenalan budaya.
Tema solidaritas yang diusung DZIKRO 2026 juga memberikan pesan bahwa pendidikan bahasa tidak semata-mata berkaitan dengan penguasaan kosakata, tata bahasa, maupun keterampilan berbicara. Lebih dari itu, pembelajaran bahasa dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi, memperluas persahabatan, serta menumbuhkan penghargaan terhadap perbedaan.
Rangkaian kegiatan di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni UNNES dijadwalkan meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu institusi, sambutan pimpinan kegiatan, penampilan seni, serta doa. Kehadiran unsur kebahasaan, akademik, dan seni memperlihatkan beragam pendekatan yang dapat digunakan untuk membangun pengalaman belajar yang bermakna.
Partisipasi akademisi lintas perguruan tinggi dalam kegiatan mahasiswa juga membuka peluang bagi tumbuhnya jejaring kerja sama yang lebih luas. Hubungan antara dosen, mahasiswa, dan pelajar sekolah menengah menjadi modal penting dalam mendorong regenerasi pembelajar bahasa Arab yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kepekaan sosial.
Melalui keterlibatan dalam DZIKRO 2026, Dr. Muhammad Nanang Qosim turut mendukung semangat pengembangan pendidikan bahasa Arab yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada generasi muda. Semangat karsa dan solidaritas yang diangkat dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus tumbuh, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam kehidupan akademik dan sosial.
Bagi dunia pendidikan, kegiatan seperti DZIKRO 2026 menjadi pengingat bahwa membangun generasi unggul tidak cukup hanya dengan transfer pengetahuan. Diperlukan pula ruang kolaborasi yang menumbuhkan kreativitas, karakter, dan solidaritas agar bahasa Arab terus berkembang sebagai bagian penting dari pendidikan dan kebudayaan. (Naq)

