spot_img
BerandaLensa SekolahBelajar Ai Membuka Jalan Bagi Anggota Sie Pp Pgri Cabang Baki...

Belajar Ai Membuka Jalan Bagi Anggota Sie Pp Pgri Cabang Baki Untuk Mengajar Lebih Kreatif

Pemanfaatan AI diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk membuat pekerjaan guru lebih ringan sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi.

Oleh: Bektiningsih, S.Pd., M.Pd Kepala Sekolah SD Negeri Purbayan 01

LESINDO.COM – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki menyelenggarakan kegiatan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki. Setiap sekolah mengirimkan dua orang guru perempuan sebagai perwakilan untuk mengikuti kegiatan pelatihan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung pelaksanaan tugas profesionalnya. Perkembangan teknologi, khususnya AI, memberikan berbagai peluang bagi guru untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif dan efisien.

Oleh karena itu, guru perlu mengenal dan memahami pemanfaatan teknologi tersebut secara bijak agar dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran maupun penyelesaian administrasi pendidikan. Pelatihan pemanfaatan AI dalam kegiatan tersebut diisi oleh salah satu anggota Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki, yaitu Ibu Bektiningsih, S.Pd., M.Pd. Beliau memberikan pengenalan sekaligus praktik mengenai berbagai pemanfaatan AI yang dapat diterapkan oleh guru dalam kegiatan sehari-hari.

Agar kegiatan dapat berlangsung secara praktik dan peserta dapat langsung mencoba berbagai fitur yang diperkenalkan, setiap anggota yang hadir diminta membawa laptop yang dapat digunakan untuk mengakses internet. Dalam penyampaiannya, peserta dikenalkan pada pemanfaatan AI sebagai salah satu alat bantu dalam mempersiapkan pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan AI untuk mencari ide pembelajaran, menyusun materi, membuat pertanyaan atau soal, mengembangkan aktivitas pembelajaran, hingga membantu menyusun berbagai bahan yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Dengan demikian, guru tidak harus selalu memulai setiap pekerjaan dari awal karena AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menghasilkan ide dan rancangan awal yang kemudian disesuaikan kembali dengan kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan AI juga dapat membantu guru dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan administrasi. Administrasi guru yang selama ini cukup menyita waktu dapat dibantu dengan teknologi sehingga pekerjaan menjadi lebih terstruktur dan efisien.

Guru dapat memanfaatkan AI untuk membantu menyusun rancangan, membuat format dokumen, merapikan tulisan, membuat rangkuman, serta berbagai pekerjaan administratif lainnya. Meskipun demikian, hasil yang diberikan oleh AI tetap perlu diperiksa, disesuaikan, dan dikembangkan oleh guru agar sesuai dengan kondisi sekolah, karakteristik peserta didik, serta ketentuan yang berlaku.

Penggunaan AI dalam pendidikan pada dasarnya bukan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, AI diharapkan menjadi alat bantu yang dapat meringankan pekerjaan guru sehingga guru memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan kreativitas, interaksi, dan sentuhan manusia. Guru tetap menjadi pihak yang menentukan tujuan pembelajaran, memilih materi yang tepat, memahami karakter peserta didik, serta memastikan bahwa informasi yang digunakan dalam pembelajaran benar dan sesuai.

Pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat membuat suasana pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik. Guru tidak hanya terpaku pada kegiatan menerangkan materi dan meminta siswa mencatat, tetapi dapat mengembangkan berbagai aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan bantuan teknologi dan sumber belajar digital, guru dapat mengajak siswa mengeksplorasi informasi, melihat berbagai sumber pembelajaran, berdiskusi, melakukan kegiatan kreatif, dan memanfaatkan media digital secara positif. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan atas ide kreatif dari Ketua oleh Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki yaitu Ibu Umi Sholichah, M.Pd. sebagai bentuk adaptasi dan pengembangan dari kegiatan yang sebelumnya dilakukan oleh Sie Pemberdayaan Perempuan tingkat Kabupaten. Kegiatan di tingkat kabupaten tersebut menjadi inspirasi bagi Sie Pemberdayaan Perempuan Cabang Baki untuk menyelenggarakan kegiatan serupa dengan menyesuaikan kebutuhan guru di wilayah Kecamatan Baki.

Adanya kegiatan di tingkat kecamatan diharapkan dapat memperluas manfaat pelatihan sehingga tidak berhenti pada peserta yang hadir. Setiap guru yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen berbagi pengetahuan di sekolah masing-masing. Setelah memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam menggunakan AI, peserta diharapkan dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan guru di sekolahnya. Dengan cara tersebut, manfaat pelatihan dapat dirasakan oleh lebih banyak guru dan tidak hanya terbatas pada dua orang perwakilan dari setiap sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk belajar bersama dan saling berbagi pengalaman. Perkembangan AI yang begitu cepat membuat guru perlu terus belajar dan beradaptasi. Tidak semua guru memiliki tingkat penguasaan teknologi yang sama. Melalui kegiatan bersama seperti ini, guru dapat saling membantu, bertukar pengalaman, serta mencoba secara langsung berbagai pemanfaatan AI yang relevan dengan tugas mereka. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diarahkan untuk mencoba penggunaan AI melalui perangkat laptop masing-masing.

Dengan praktik secara langsung, peserta dapat lebih mudah memahami langkah-langkah penggunaannya dan mengetahui bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Pengalaman praktik tersebut diharapkan menjadi bekal bagi guru untuk mengembangkan pemanfaatan AI secara mandiri setelah kembali ke sekolah. Kegiatan Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru perlu terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman.

Guru dituntut untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya secara tepat dalam mendukung proses pendidikan. Pemanfaatan AI diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk membuat pekerjaan guru lebih ringan sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi.

Dengan administrasi yang dapat dikerjakan secara lebih efisien, guru dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pembelajaran dan memberikan pendampingan kepada siswa. Sementara itu, dalam proses pembelajaran, penggunaan teknologi secara kreatif dapat membantu menciptakan suasana kelas yang lebih aktif, menarik, dan tidak monoton.

Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan mengangkat tema-tema yang sesuai dengan kebutuhan guru. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, guru diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi, termasuk AI, sebagai alat bantu dalam melaksanakan tugas profesionalnya.

Teknologi pada akhirnya hanyalah alat. Keberhasilan pemanfaatannya tetap bergantung pada bagaimana guru menggunakannya secara bijaksana, kreatif, dan bertanggung jawab. Dengan guru yang terus belajar dan mau berbagi, diharapkan manfaat perkembangan teknologi dapat dirasakan tidak hanya oleh guru, tetapi juga oleh siswa dan seluruh lingkungan pendidikan.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments