Kegiatan berlangsung khidmat. Para peserta dan undangan membentuk barisan angkare untuk mengikuti prosesi renungan. Sebanyak 10 petugas kemudian membawa oncor atau obor berbahan bambu ke tengah lapangan.
Salah seorang petugas maju menghadap pembina upacara, Kamabiran Kartasura Ikhwan Sato Darmono, S.Pd., M.Pd. Obor kemudian dinyalakan sebagai penanda dimulainya prosesi pengucapan Dasa Dharma Pramuka. Api selanjutnya diteruskan dari satu obor ke obor lainnya secara bergantian hingga seluruh petugas menyalakan obornya.
Setelah prosesi renungan selesai, peserta berpindah ke Aula Kormin UPTD Kecamatan Kartasura untuk mengikuti ramah tamah.
Ketua Kwaran Kartasura, Muh. Ali Rusdi, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, malam renungan perlu dimaknai sebagai momentum untuk bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan keselamatan.
“Pelaksanaan malam renungan ini kita laksanakan secara sederhana sesuai dengan situasi, kondisi, dan keadaan. Namun, yang terpenting adalah makna dari kegiatan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Rusdi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Kamabiran Ikhwan Sato Darmono atas diterimanya Lencana Dharma Bakti. Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka yang dinilai telah memberikan sumbangsih tenaga, pikiran, harta, dana, maupun fasilitas dalam mendukung pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka.
Sementara itu, Ikhwan Sato Darmono mengatakan, kegiatan malam renungan dan ulang janji merupakan agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

Menurutnya, hakikat ulang janji bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk kembali meneguhkan tekad dan komitmen terhadap Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
“Ulang janji adalah tekad dan komitmen terhadap Tri Satya dan Dasa Dharma yang harus terus melekat, dilaksanakan, dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap malam renungan dan ulang janji dapat menjadi momentum refleksi bagi setiap anggota Pramuka agar semakin tanggap, tangkas, serta mampu menjalankan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ikhwan juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Sukoharjo terdapat enam penerima Satyalancana Melati dan dua penerima Satyalancana Dharma Bakti. Salah satu penerima Satyalancana Dharma Bakti tersebut adalah dirinya.
Sebelum acara ramah tamah ditutup, kegiatan diisi dengan berbagi pengalaman dari Kak Nooryatin. Sosok yang telah lama mengabdikan diri dalam Gerakan Pramuka Kwaran Kartasura tersebut menceritakan perjalanan pengabdiannya di dunia kepramukaan.
Di usia 72 tahun, Nooryatin masih tetap aktif mengabdikan diri dan berkontribusi dalam kegiatan kepramukaan di Kartasura.
Kisah tersebut menjadi penutup yang menguatkan makna malam renungan, bahwa pengabdian dalam Gerakan Pramuka tidak berhenti pada usia, tetapi terus tumbuh melalui keteladanan, komitmen, dan semangat untuk memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. (Mac)

