Deteksi dini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan calon jemaah siap menghadapi rangkaian ibadah haji 2027
LESINDO.COM – Sebanyak 170 calon jemaah haji (CJH) Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, menjalani skrining kesehatan sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan ibadah haji 2027. Pemeriksaan dilakukan di Kantor IPHI Kecamatan Kartasura, Sabtu (8/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan tersebut digelar oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Kartasura bersama petugas puskesmas. Skrining dilakukan lebih awal untuk mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami calon jemaah, sehingga masih tersedia waktu untuk melakukan penanganan maupun pengobatan sebelum keberangkatan.
Para CJH mengikuti pemeriksaan secara bertahap berdasarkan nomor antrean yang diperoleh saat kedatangan. Sebelum pemeriksaan dimulai, petugas puskesmas memberikan pengarahan mengenai alur dan tahapan skrining yang harus dijalani.
Dokter Femi mengatakan, pemeriksaan kesehatan sejak dini penting dilakukan karena kondisi kesehatan calon jemaah perlu dipersiapkan jauh sebelum pelaksanaan ibadah haji.
“Kalau sejak awal sudah diketahui ada gangguan kesehatan, masih ada waktu untuk dilakukan pengobatan dan perbaikan kondisi kesehatan. Harapannya saat pelaksanaan ibadah haji nanti kondisi jemaah sudah lebih baik,” kata dr. Femi.
Rangkaian pemeriksaan diawali dengan pendaftaran dan pengisian formulir Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pada tahap ini, CJH juga menyerahkan kelengkapan dokumen berupa fotokopi KTP, fotokopi BPIH, dan fotokopi BPJS. Proses administrasi dilayani Maryani dan Vira dengan dibantu siswa SMK.
Selanjutnya, calon jemaah menjalani pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar perut. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah atau tensi.
Tahapan berikutnya adalah pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui kondisi jantung. Pemeriksaan EKG dilakukan Nanik.
Sementara itu, pemeriksaan laboratorium meliputi gula darah dan profil lipid. Pemeriksaan tersebut terutama ditujukan bagi CJH yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes melitus, khususnya yang berusia di atas 40 tahun. Pemeriksaan laboratorium dilakukan Galih dan Hesti.

Setelah seluruh pemeriksaan awal selesai, CJH menjalani pemeriksaan dokter. Pemeriksaan meliputi anamnesis, pencatatan obat-obatan yang rutin dikonsumsi, serta pemeriksaan fisik. Tahapan ini dilakukan oleh dr. Femi dan dr. Rizka.
Seluruh rangkaian skrining kesehatan berlangsung tertib dan lancar. Para calon jemaah mengikuti pemeriksaan sesuai tahapan yang telah ditentukan oleh petugas kesehatan.
Dr. Femi menambahkan, pemeriksaan tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan calon jemaah saat ini, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mempersiapkan kesehatan mereka menjelang keberangkatan.
Menurut dia, calon jemaah masih memiliki waktu cukup panjang untuk memperbaiki kondisi kesehatan apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan masalah yang perlu mendapat perhatian.
“Harapannya, saat pelaksanaan ibadah haji sekitar akhir Maret 2027, kondisi kesehatan calon jemaah sudah lebih baik. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan tetap menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci,” ujar dia.
Persiapan kesehatan sejak jauh hari menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah haji. Kondisi fisik yang prima dibutuhkan karena jemaah akan menjalani perjalanan panjang serta berbagai aktivitas ibadah yang membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh.
Melalui skrining ini, calon jemaah diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing dan segera melakukan langkah lanjutan apabila ditemukan gangguan kesehatan. Dengan begitu, persiapan menuju keberangkatan haji tidak hanya dilakukan dari sisi administrasi dan manasik, tetapi juga melalui kesiapan kesehatan.(Rai)

