spot_img
BerandaJelajahTuban Alami Penurunan Permukaan Tanah Terparah di Pantura Jawa

Tuban Alami Penurunan Permukaan Tanah Terparah di Pantura Jawa

Pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga riset saat ini terus melakukan pemantauan untuk memetakan titik-titik kritis penurunan tanah di Tuban. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan tata ruang, pengendalian eksploitasi air tanah, serta mitigasi bencana pesisir di masa mendatang.

LESINDO.COM — Fenomena penurunan permukaan tanah (land subsidence) di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa kian mengkhawatirkan. Kabupaten Tuban, Jawa Timur, disebut menjadi salah satu wilayah dengan tingkat penurunan tanah paling tinggi dibanding daerah lain di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

Berdasarkan hasil kajian sejumlah peneliti geologi dan geodesi, penurunan permukaan tanah di Tuban dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari pengambilan air tanah secara berlebihan, karakteristik tanah pesisir yang didominasi endapan aluvial lunak, hingga meningkatnya beban pembangunan kawasan industri dan infrastruktur.

Pengamat kebumian menjelaskan, eksploitasi air tanah dalam jumlah besar untuk kebutuhan industri maupun permukiman menyebabkan lapisan akuifer kehilangan tekanan. Kondisi tersebut memicu pemadatan lapisan tanah di bawah permukaan yang akhirnya menyebabkan tanah turun secara bertahap.

Selain itu, Tuban yang berkembang sebagai kawasan industri strategis dengan aktivitas pabrik semen, pelabuhan, fasilitas energi, serta jalur logistik berat, turut memberikan tekanan tambahan pada lapisan tanah yang secara alami relatif lunak.

“Wilayah pesisir utara Jawa memang didominasi sedimen muda yang rentan mengalami konsolidasi. Ketika dipadukan dengan aktivitas manusia yang intensif, laju penurunan tanah bisa meningkat signifikan,” ujar salah satu peneliti geodesi.

Fenomena ini diperparah oleh kenaikan muka air laut yang menyebabkan kawasan pesisir semakin rentan terhadap banjir rob, abrasi, dan intrusi air laut ke sumber air bersih masyarakat.

Pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga riset saat ini terus melakukan pemantauan untuk memetakan titik-titik kritis penurunan tanah di Tuban. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan tata ruang, pengendalian eksploitasi air tanah, serta mitigasi bencana pesisir di masa mendatang.

Masyarakat di kawasan pesisir juga diimbau mulai mengurangi ketergantungan terhadap air tanah dan mendukung upaya konservasi lingkungan guna menekan dampak penurunan permukaan tanah yang berpotensi terus terjadi.(Rai)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments