LESINDO.COM-Menurut nenek moyang, RamBon Itu paduan dari kata indRAMayu dan cireBON. Itulah sebabnya di namai mentog rambon. Entog orang Jawa barat menyebutnya dan orang Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebutnya mentog. Entog Rambon mempunyai ciri khas tersendiri, entah sejak kapan ciri warna warni itu muncul. Konon si mentog rambon ini mempunyai ciri-ciri yang unik. Contohnya dari segi warna,   mentog rambon ini mempunyai warna abu-abu, atau dalam bahasa Cirebon klawu. Tidak cuma abu-abu, tapi ada juga yang berwarna coklat kemerahan, sampai coklat kehitaman bahkan ada yang bersisik seperti ular. “enam bulan 1 ekor bisa laku Rp 300 ribu, bahkan kalau warna sudah jadi warna yang unik bisa mencapai 700 ribu kalau 1 pasang bisa mencapai 1.500 ribu,”  kata Amir Rohmad Yulianto

Karena bulunya memiliki warna berbeda dengan mentok lokal. Tidak hanya putih, tapi warna-warni. Amir menyebut, unggas ini memiliki nama latin cairina moschata. Ada yang berwarna cokelat, abu-abu dan ada juga yang berwarna hitam. Mentok jenis rambon selain dikonsumsi juga bisa untuk hias.

Dia mengaku sudah beternak mentok rambon belum lama, sebelumnya beternak kambing karena kondisi kaki setelah operasi sudah tidak bisa maksimal lagi mencari rumput. Namun, baru setahun terakhir mengembangkan jenis mentok rambon sudah memiliki kurang lebh 100 ekor. “Mengikuti perkembangan pasar, sekarang mentok rambon. Karena proses makan sama dengan mentok lokal putih tapi harganya jauh berbeda, kalau pakannya tidak di campur dengan bahan-bahan yang ada di kebun bisa rugi harus pandai-pandai mencari makanan tambahan sebagai campuran,” sambung lelaki 53 tahun.

Setiap pagi menyiapkan makanan dari berbagai campuran dari bahan-bahan yang di peroleh di kebun digiling dan di campur bekatul/dedak (mac-Lesindo)

Karena memiliki variasi warna yang cukup banyak itulah maka harganya ikut terdongkrak. Menurut Amir yang beralamat di Pucangan Rt 06 Rw 01 Ngrambe Ngawi Jawa Timur, satu ekor jenis rambon bisa dijual hingga ratusan ribu rupiah. Harga ini bergantung jenis dan besar kecilnya mentok. ’’Bergantung warna juga, seperti ini silver variasi cokelat Rp 300 ribu usia sekitar enam bulan, kadang jenis warna bisa mempengaruhi nilai jual yang tidak standar”, terang dia.

Diakui, warna bulu hingga bentuk tubuh cukup memengaruhi harga jual. Semakin besar ukuran mentok berikut warna bulunya, maka harga jual ikut melambung. ’’Kalau yang istilahnya bondol kaji ukuran jumbo, harganya bisa sampai di atas Rp 300 ribu”, jelasnya.

Masalah perawatannya tidak jauh beda dengan perawatan dengan mentok lokal pada umumnya. Selain hobi, budidaya unggas air yang hidup di alam liar dan berasal dari Benua Amerika ini ternyata  bisa menambah penghasilan keluarga. ’’Untuk makanannya juga sama, dikasih dedak, gilingan jagung dan nasi aking, potongan pohon pisang”, katanya mengakhiri (mcr)