Bambang Sugito, SE, M.Pd & Sugiyarni, S.Pd.I melakukan prosesi wisuda Perwira Muda.(lesindo.mac)

LESINDO.COM-Hari Minggu tanggal 26 Juni 2022 merupakan hari yang bersejarah bagi Wisudawan Perwira Muda SMK Pelayaran Pancasila Kartasura. Wisuda yang dilaksankan di Hotel Red Chilies  Solo  di ikuti sebanyak 16 taruna yang lulus Ujian Keahlian Pelaut (UKP) periode Februari, sedangkan pada bulan April ada 15 taruna, total 31 peserta yang lulus, 28 taruna yang mengikuti Wisuda Perwira ANT-IV/ATT-IV bulan Juni 2022, sedangkan tiga taruna yang tidak mengikuti wisuda kini sedang naik kapal. Wisuda Perwira Muda SMK Pelayaran Kartasura diadakan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juni dan Desember.

Joko Tri Haryanta, ST,MT dan para pengurus yasayan memberikan ucapan selamat para taruna muda. (lesindo.mac)

“Untuk para lulusan, perjalanan kalian baru saja dimulai. Jalan yang terbentang di depan mungkin tidak mudah. Akan ada masalah dan rintangan yang kalian hadapi, tetapi kalian perlu menemukan jalan sendiri, untuk membangun masa depan”, kata Sugiyarni, S.Pd.I selaku public relation dan ketua pelaksana acara Wisuda.

Dalam kesempatan tersebut Bambang Sugito, SE, M.Pd selaku kepala SMK Pelayaran memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan taruna muda dan mengingatkan kepada para perwira muda bahwa  tanggal 25 Juni 2022 kemarin diperingati sebagai hari pelaut sedunia. “Mari kita jadikan penyemangat mengembalikan kejayaan para pelaut yang telah dibuktikan bahwa pada abad 14 M nenek moyang orang Indonesia adalah pelaut ulung dengan adanya kapal Pinisi yang dibuat putra putri Sulawersi Selatan,” papar Bambang Sugito dalam sambutannya.

Menurut Joko Tri Haryanta, ST,MT selaku ketua Yayasan Pendidikan Pancasila Pembaharuan bahwa Kesadaran pemerintahan Ir. Joko Widodo selaku nahkoda  negara Indonesia tentang menyikapi negara kepulauan terbesar dengan potensi sumber daya kemaritiman yang begitu kaya ditekankan oleh kementerian kemaritiman lewat misinya mewujudkan  Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri dan kuat yang berbasis kepentingan nasional.

“Hingga kini kenyataanya belum berhasil menyumbangkan banyak ekonomi nasional, karena masih banyak tergantung perusahaan-perusahaan pelayaran asing keadaan ini menjadi tantangan para pelaku utama jasa angkutan maritim di Indonesia,” jelas Joko Tri Haryanta

Kita tidak bisa dapat menutup mata akan kemajuan ekonomi dan perdagangan dunia yang sudah mengglobal dan liberalisasi ekonomi telah menciptakan ekonomi tanpa batas, termasuk Indonesia yang berkomitmen melakukan liberalisasi jasa angkutan maritim.

Sebelum mengkhiri pada Lesindo Joko Tri Haryanta berpesan pada perwira yang di wisuda untuk selalu menumbuhkan kesadaran pribadi bagi para perwira taruna muda memiliki daya saing nyata, memiliki jiwa yang kompetitif dengan  tetap belajar lebih extra dan dibutuhkan kemampuan adaptasi terus menerus di bidang pelayaran yang berkembang sangat pesat. (mac)