LESINDO.COM – Di tengah denyut kehidupan masyarakat Delanggu, Klaten, berdiri sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang tidak sekadar menghadirkan ruang belajar, tetapi juga berupaya menanamkan fondasi keimanan, karakter, kemandirian, kecerdasan, dan kreativitas sejak usia dini. KBTK Permata Hati Kids School hadir sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Cabang Delanggu.
Berada di Jalan Raya Delanggu Utara, Kompleks Kampus Terpadu Muhammadiyah, Gatak, Delanggu, KBTK Permata Hati menempati lingkungan yang cukup strategis. Sekolah ini berada dalam satu kawasan dengan jenjang pendidikan lainnya, yakni SDIPK Muhammadiyah, SMIPK Muhammadiyah, dan SMA Muhammadiyah Delanggu. Kehadiran lingkungan pendidikan yang terintegrasi tersebut menjadi bagian dari ekosistem belajar yang memungkinkan anak tumbuh dalam suasana pendidikan yang berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Woro Nugroho, M.Eng. selaku Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Delanggu serta Rita Hartati, S.Pd.I., M.Pd. sebagai kepala sekolah, KBTK Permata Hati terus mengembangkan pendidikan anak usia dini yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Menyatukan Pendidikan Umum dan Nilai Keislaman

KBTK Permata Hati Kids School merupakan model pendidikan Islam yang memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama dalam satu kesatuan kurikulum. Semangat tersebut terangkum dalam visi sekolah: “Mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter, cerdas, dan kreatif.”
Visi tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Dalam keseharian pembelajaran, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai pembiasaan keagamaan melalui program plus yang menjadi salah satu ciri khas sekolah.
Program tersebut meliputi pembelajaran aqidah dan akhlak, shiroh Nabi, hafalan surat-surat pendek, hafalan hadis pendek, doa sehari-hari, hingga pembiasaan salat Dhuha dan salat Dhuhur berjamaah. Anak-anak juga dikenalkan dengan budaya berbagi melalui kegiatan infak Jumat.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan agama diperkenalkan bukan hanya melalui penjelasan, tetapi juga melalui pembiasaan. Anak belajar mengenal nilai kebaikan sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar dari Lingkungan Sekitar
Salah satu kekuatan KBTK Permata Hati adalah lingkungan sekolah yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Di sekitar sekolah terdapat persawahan, pasar swalayan, pasar tradisional, perbankan, rumah sakit PKU Muhammadiyah, kantor polisi, kantor kecamatan, kantor pos, kantor kelurahan, PLN, taman bermain hingga stasiun.
Lingkungan tersebut menjadi laboratorium belajar yang terbuka. Anak tidak hanya mengenal berbagai profesi dan aktivitas masyarakat melalui gambar atau buku, tetapi dapat melihatnya secara langsung.
Delanggu juga dikenal sebagai salah satu sentra beras. Banyak masyarakat di sekitar sekolah yang menjalankan usaha penggilingan atau selepan beras. Selain itu, terdapat pula sentra pembuatan makanan khas lumpia duleg yang memiliki tradisi cethik geni.
Kondisi tersebut memberikan ruang yang luas bagi anak untuk bereksplorasi. Mereka dapat mengamati proses kehidupan masyarakat, mengenal lingkungan sosial, melihat aktivitas ekonomi warga, sekaligus belajar menghargai pekerjaan dan budaya lokal.
Bagi KBTK Permata Hati, lingkungan bukan sekadar tempat sekolah berdiri. Lingkungan adalah bagian dari sumber belajar.
Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam

Dalam kegiatan pembelajaran, KBTK Permata Hati menerapkan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan kurikulum khas Permata Hati Kids School. Pembelajaran dirancang agar anak mendapatkan pengalaman yang bermakna melalui kegiatan bermain, bereksplorasi, mengamati, mencoba, dan menghasilkan sesuatu.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Project Based Learning. Anak diajak belajar melalui kegiatan berbasis proyek yang mengembangkan kemampuan dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni.
Sumber belajar tidak selalu berasal dari buku. Berbagai benda yang berada di sekitar anak dapat menjadi media pembelajaran. Penggunaan loose parts memungkinkan anak berkreasi dengan material yang tersedia di lingkungan, sehingga imajinasi dan kemampuan problem solving dapat berkembang secara alami.
Pendekatan tersebut kemudian diperkuat dengan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam. Anak diarahkan untuk tidak sekadar mengetahui sesuatu, tetapi memahami melalui pengalaman belajar yang lebih mendalam, bermakna, dan menyenangkan.
Dengan demikian, kelas tidak hanya menjadi tempat guru menyampaikan materi. Kelas menjadi ruang bagi anak untuk bertanya, mencoba, menemukan, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengekspresikan gagasan.
Menumbuhkan Karakter Sejak Dini
Pendidikan di KBTK Permata Hati memiliki perhatian kuat terhadap pembentukan karakter. Anak dibiasakan menjadi pribadi yang mandiri, memiliki akhlak baik, mampu berpikir kritis dan analitis, kreatif, inovatif, serta memiliki wawasan luas.
Misi sekolah menempatkan keimanan sebagai fondasi utama. Dari sana, anak diarahkan untuk tumbuh sebagai pribadi muslim yang memiliki kebiasaan baik, mandiri, sehat secara jasmani, aktif dalam belajar, serta mampu berkembang sesuai bakat dan minatnya.
Lingkungan belajar pun dirancang agar anak merasa aman, nyaman, dan bahagia. Sebab, pada usia dini, proses pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang dapat diserap, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman belajar membentuk rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan kecintaan anak terhadap proses belajar.
Tumbuh Bersama 138 Anak

KBTK Permata Hati Kids School saat ini memiliki 7 rombongan belajar, terdiri atas satu kelas KB A, dua kelas KB B, dua kelas TK A, dan tiga kelas TK B.
Untuk mendukung proses pembelajaran tersebut, sekolah memiliki satu kepala sekolah, 16 tenaga pendidik, dan tiga tenaga kependidikan. Jumlah peserta didik mencapai 138 anak, terdiri atas 41 siswa Kelompok Bermain dan 97 siswa Taman Kanak-Kanak.
Sekolah berada dalam satu lahan dengan SDIPK Muhammadiyah Delanggu dengan luas sekitar 2.195 meter persegi. Keterhubungan antarjenjang pendidikan dalam satu kawasan memberikan gambaran tentang sebuah ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang berupaya menyediakan ruang tumbuh bagi anak sejak pendidikan usia dini hingga jenjang berikutnya.
Menyiapkan Anak Menghadapi Masa Depan
KBTK Permata Hati tidak hanya berbicara tentang masa kanak-kanak hari ini. Pendidikan yang dibangun diarahkan untuk menyiapkan anak menghadapi masa depan.
Karena itu, sekolah menempatkan wawasan global, kreativitas, kemandirian, karakter, dan kemampuan beradaptasi sebagai bagian dari tujuan pendidikan. Anak dikenalkan pada dunia yang terus berubah, tetapi tetap diberikan akar nilai keislaman yang kuat.
Tujuan akhirnya adalah menghadirkan generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah, memiliki karakter baik melalui pembiasaan dan keteladanan, aktif, kreatif, mandiri, sehat, serta memiliki wawasan luas.
Di Delanggu, perjalanan pendidikan itu dimulai dari hal-hal sederhana: mengucapkan doa, berbagi melalui infak, belajar salat, bermain bersama teman, mengenal lingkungan, menyentuh benda-benda di sekitar, bertanya tentang sesuatu yang mereka lihat, hingga menemukan jawaban melalui pengalaman.
Dari ruang-ruang kecil itulah karakter perlahan dibentuk.
KBTK Permata Hati Kids School ingin menjadikan masa kanak-kanak bukan sekadar fase untuk tumbuh, tetapi juga masa untuk menanam akar keimanan, menumbuhkan karakter, menyemai kreativitas, dan membuka cakrawala pengetahuan.
Sebab, generasi Qur’ani yang berkarakter, cerdas, dan kreatif tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari lingkungan yang baik, keteladanan yang konsisten, pembelajaran yang menyenangkan, serta pendidikan yang menempatkan anak sebagai manusia kecil yang sedang mempersiapkan dirinya untuk masa depan.(Fai)

