spot_img
BerandaKomunitasHati yang Lapang, Rezeki yang Datang dengan Tenang

Hati yang Lapang, Rezeki yang Datang dengan Tenang

Dari pengalaman-pengalaman kecil itulah saya belajar memaknai rezeki dengan cara yang sedikit berbeda.

Oleh : Lembayung U 

LESINDO.COM – Ada masa dalam hidup ketika saya harus belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan uang, tidak semua kekecewaan perlu dibalas, dan tidak semua kebaikan akan kembali dalam bentuk yang sama.

Saya pernah berada dalam situasi ketika pertolongan yang saya berikan tidak selalu berujung pada ucapan terima kasih. Ada pula orang yang datang ketika membutuhkan bantuan, tetapi perlahan menghilang setelah urusannya selesai. Pada awalnya, keadaan seperti itu tentu menyisakan pertanyaan. Mengapa kebaikan terkadang tidak berbalas sebagaimana yang kita harapkan?

Namun, perjalanan waktu mengajarkan sesuatu yang sederhana. Tidak semua pertolongan harus berakhir dengan balasan. Tidak semua ketulusan perlu mendapatkan pengakuan. Dan tidak semua orang yang pernah kita bantu harus terus hadir dalam kehidupan kita.

Saya kemudian belajar melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Jika memang mampu membantu, saya membantu sebatas kemampuan. Jika tidak mampu, saya belajar berkata tidak tanpa harus merasa bersalah. Sebab, berbuat baik bukan berarti menyerahkan seluruh tenaga, pikiran, dan sumber daya kepada orang lain, apalagi sampai mengorbankan ketenangan diri sendiri.

Pelan-pelan, saya memahami bahwa ada kelegaan tersendiri ketika kita berhenti menghitung berapa banyak kebaikan yang telah diberikan dan berapa banyak yang kembali kepada kita.

Barangkali, di situlah hidup mulai terasa lebih ringan. Bukan karena semua persoalan telah selesai, melainkan karena kita tidak lagi membebani diri dengan harapan agar setiap orang memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka.

Dari pengalaman-pengalaman kecil itulah saya belajar memaknai rezeki dengan cara yang sedikit berbeda.

Rezeki ternyata tidak selalu tentang uang yang bertambah, pekerjaan yang semakin mapan, atau keinginan yang satu per satu terpenuhi. Ada kalanya rezeki hadir dalam bentuk hati yang lebih tenang, pikiran yang tidak lagi sibuk memikirkan perlakuan buruk orang lain, serta kemampuan untuk tetap menjalani hari tanpa membawa dendam ke mana-mana.

Kita sering mengira bahwa segala sesuatu yang baik dalam hidup merupakan hasil langsung dari kerasnya usaha. Padahal, ada banyak hal yang turut membuat hidup terasa lapang: kesehatan, persahabatan yang tulus, keluarga yang menjadi tempat pulang, dan kesempatan untuk tetap berbuat baik meskipun pernah dikecewakan.

Tidak semua rezeki datang dengan suara gaduh. Sebagian hadir diam-diam, menyelinap di antara hari-hari yang berjalan biasa.

 

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments