spot_img
BerandaJelajahjelajahDua Periode Namanya Didukung Warga, Kini Mas Yoyok Siap Bertarung di Pilkades...

Dua Periode Namanya Didukung Warga, Kini Mas Yoyok Siap Bertarung di Pilkades Gonilan

Kini masyarakat menunggu, apakah langkah seorang putra asli Gonilan yang selama dua periode hanya didorong dari luar pagar politik itu akan benar-benar menjadi awal perubahan baru bagi Gonilan.

Part2. Tidak Ingin Menang Karena Politik Uang

LESINDO.COM – Pilkades Gonilan diperkirakan akan diikuti sekitar 5.050 pemilih. Dalam kalkulasi internal relawan, perolehan sekitar 2.000 suara dinilai sudah cukup kompetitif. Namun Mas Yoyok tidak ingin kemenangan diperoleh melalui politik uang. Relawan yang bekerja untuknya justru diwanti-wanti agar tidak menggunakan uang untuk membeli suara.

Baginya, kemenangan yang diperoleh melalui transaksi suara akan melahirkan beban moral sejak hari pertama seseorang memimpin.

“Kalau hitungan-hitungan dari tim relawan, suara di atas kertas insyaallah bisa menang. Namun semuanya sudah kita serahkan kepada Yang di Atas,” katanya.

Sikap tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa dirinya ingin pertarungan Pilkades berlangsung sebagai adu gagasan dan kepercayaan masyarakat.

Bukan adu tebal dompet.

Oktober Pendaftaran, 10 Desember Pemungutan Suara

Tahapan Pilkades Gonilan dijadwalkan memasuki proses pendaftaran calon pada Oktober, sementara pemungutan suara direncanakan berlangsung pada 10 Desember.

Sejumlah nama mulai muncul. Salah satunya berasal dari unsur perangkat desa, yakni Bayan.

Pertarungan menuju kursi kepala desa pun mulai menjadi perhatian masyarakat.

Namun bagi Mas Yoyok, Pilkades bukanlah akhir dari perjalanan.

Justru jika mendapat amanah masyarakat, pemilihan tersebut menjadi awal dari pekerjaan yang jauh lebih berat.

Mengelola desa.

Mendengar masyarakat.

Membuka pemerintahan.

Menggerakkan ekonomi.

Mengelola sampah.

Menghidupkan aset.

Memberdayakan UMKM.

Menguatkan pemuda.

Dan menjaga Gonilan agar tetap memiliki karakter sosial di tengah cepatnya perubahan kawasan.

Dari Dua Kali Didukung, Kini Memilih Melangkah

Dua periode sebelumnya, masyarakat hanya bisa menyebut namanya dan berharap ia bersedia maju.

Kini harapan itu mendapat jawaban.

Mas Yoyok memilih melangkah.

Ia tidak datang hanya membawa slogan.

Ia datang membawa gagasan tentang bagaimana Gonilan menghadapi perubahan.

Tentang bagaimana kampus dapat menjadi peluang.

Tentang bagaimana aset desa dapat menjadi sumber ekonomi.

Tentang bagaimana sampah dapat diubah menjadi nilai.

Tentang bagaimana lahan tidur dapat dihidupkan.

Tentang bagaimana UMKM dapat diberi ruang.

Dan tentang bagaimana pemerintahan desa harus kembali pada fungsi paling dasarnya:

melayani masyarakat.

Pada akhirnya, semua kembali kepada warga Gonilan.

Mereka yang akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin desa.

Mas Yoyok telah mengambil langkah.

Kini masyarakat menunggu, apakah langkah seorang putra asli Gonilan yang selama dua periode hanya didorong dari luar pagar politik itu akan benar-benar menjadi awal perubahan baru bagi Gonilan.

Karena bagi Mas Yoyok, memajukan Gonilan bukan pekerjaan seorang kepala desa.

Gonilan adalah milik bersama.

Dan karena itu pula, ia memilih satu kalimat sebagai pijakan:

“Bersama Warga Memajukan Gonilan.”

 Drainase Gonilan Butuh Penanganan Serius

Di tengah pesatnya pembangunan kawasan Gonilan, ada persoalan lain yang tidak boleh luput dari perhatian: drainase dan ancaman banjir saat hujan deras.

Perkembangan permukiman, rumah kos, pertokoan, dan bangunan lainnya memang menunjukkan pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan tersebut juga harus diimbangi dengan perencanaan infrastruktur lingkungan yang matang.

Mas Yoyok melihat persoalan drainase sebagai salah satu pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan serius.

Maraknya pembangunan di berbagai kawasan desa harus diikuti dengan sistem drainase yang terintegrasi. Jangan sampai pembangunan berjalan sendiri-sendiri tanpa memperhitungkan ke mana air akan mengalir ketika hujan turun.

Di sejumlah titik terutama di jalan Menco dan Rajawali, persoalan genangan bahkan menjadi semakin terasa ketika hujan dengan intensitas tinggi. Air yang seharusnya mengalir dengan lancar justru dapat meluap karena kapasitas saluran tidak memadai, adanya penyempitan, sedimentasi, maupun sistem drainase yang belum terhubung secara baik.

“Pembangunan jangan hanya melihat bangunannya. Drainasenya juga harus dipikirkan sejak awal. Kalau pembangunan semakin banyak tetapi saluran air tidak disiapkan dengan konsep yang matang, yang akan menerima dampaknya adalah masyarakat,” demikian gagasan yang menjadi perhatian Mas Yoyok.

Karena itu, apabila mendapat amanah masyarakat, persoalan drainase akan menjadi salah satu bagian yang perlu dipetakan secara menyeluruh.

Bukan sekadar memperbaiki saluran yang rusak ketika banjir sudah terjadi, tetapi melakukan evaluasi dan penataan sistem drainase secara terpadu.

Mulai dari pemetaan titik rawan genangan, pengecekan kapasitas saluran, normalisasi drainase, perbaikan saluran yang mengalami penyempitan, hingga memastikan konektivitas saluran dari kawasan permukiman menuju saluran pembuangan akhir.

Setiap pembangunan baru juga perlu memperhatikan sistem resapan dan aliran air agar tidak semakin menambah beban drainase yang sudah ada.

Konsepnya sederhana:

Pembangunan harus membawa manfaat, bukan memindahkan persoalan.

Gonilan yang berkembang membutuhkan infrastruktur yang mampu mengikuti pertumbuhan wilayah.

Jangan sampai rumah, kos, pertokoan, dan bangunan baru terus bertambah, sementara sistem pembuangan air tertinggal.

Karena itu, pembangunan drainase harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa jangka panjang, bukan sekadar proyek perbaikan ketika musim hujan tiba.

Bagi Mas Yoyok, desa yang maju bukan hanya desa yang semakin ramai bangunannya, tetapi juga desa yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada warganya.

Ketika hujan turun, warga tidak seharusnya waswas melihat air mulai menggenang di depan rumahnya.

Persoalan banjir dan genangan harus diselesaikan dari hulunya, melalui perencanaan yang matang, pengawasan pembangunan, pemeliharaan saluran, serta keterlibatan masyarakat.

Dengan demikian, pertumbuhan Gonilan dapat berjalan seiring dengan pembangunan lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.(Mac)

 

 

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments