LESINDO.COM — Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) SMK Pelayaran Pancasila Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, tidak sekadar melatih kedisiplinan dan kepemimpinan para taruna. Setelah menjalani kegiatan selama dua hari satu malam, para peserta diingatkan bahwa menjadi pemimpin juga berarti siap melayani, menjaga kehormatan, dan mampu dipimpin.
Pesan tersebut disampaikan Kepala SMK Pelayaran Pancasila Kartasura Benih Toto Laksono, S.Pd., saat menutup kegiatan LDK melalui upacara di kampus sekolah, Rabu (23/9/2026) pukul 13.00 WIB.
LDK berlangsung sejak Selasa (22/9/2026) dengan mengusung tema “Satu Komando, Satu Tujuan, Menjadi Pemimpin di Atas Samudera”.
Benih mengatakan, berakhirnya LDK bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran para taruna. Justru, penutupan menjadi awal untuk menerapkan berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan.
“Ini adalah awal yang baru. Kalian telah memperoleh berbagai materi selama LDK. Apa yang telah dipelajari dari para instruktur diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama LDK tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga ketika para taruna berada di tengah masyarakat serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tiga Pesan untuk Taruna

Dalam kesempatan tersebut, Benih menyampaikan tiga pesan yang perlu menjadi pegangan para taruna setelah mengikuti LDK.
Pertama, taruna diminta mampu menjaga diri dan kehormatan. Sebagai siswa sekolah pelayaran, sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi bagian penting dari pembentukan karakter.
Kedua, taruna diminta memahami kepemimpinan sebagai kemampuan untuk melayani.
“Jadilah pemimpin yang bisa melayani hingga mampu memimpin dan dipimpin,” ujar Benih.
Menurut dia, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memberikan perintah. Ia juga harus memahami bagaimana menjalankan tanggung jawab, bekerja bersama orang lain, serta menerima arahan ketika berada dalam posisi sebagai anggota.
Pesan ketiga adalah menjaga kekompakan.
Benih menilai kekompakan menjadi bagian penting dalam mencapai keberhasilan. Dalam kehidupan pendidikan maupun kelak di dunia kerja, kemampuan bekerja dalam satu tim menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan.
“Jaga kekompakan karena kekompakan merupakan bagian dari keberhasilan,” katanya.
LDK Dipisahkan dari Kemah Pramuka
Pelaksanaan LDK tahun ini juga memiliki konsep berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya LDK dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan kemah Pramuka, tahun ini kedua kegiatan tersebut dipisahkan.
LDK difokuskan pada pembentukan kepemimpinan dan karakter taruna, sedangkan kegiatan Pramuka berupa kemah dan bakti sosial direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Setelah seluruh rangkaian LDK selesai, Benih menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru pendamping, dan pembimbing yang telah mendampingi para taruna selama dua hari satu malam.
Ia berharap seluruh pengalaman selama LDK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, pelayanan, dan kekompakan diharapkan terus dibawa para taruna dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, tema “Satu Komando, Satu Tujuan, Menjadi Pemimpin di Atas Samudera” tidak berhenti sebagai slogan kegiatan, tetapi menjadi bekal karakter bagi para taruna dalam menapaki pendidikan dan kehidupan mereka ke depan. (Mac)

