LESINDO.COM— Calon jamaah haji 2027 mendapat pembekalan keselamatan penerbangan dalam kegiatan manasik haji di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (31/10/2026). Materi mencakup kesiapan fisik selama penerbangan jarak jauh, ketentuan barang bawaan, serta pemanfaatan layanan Fast Track yang mempercepat pemeriksaan imigrasi Arab Saudi di Indonesia.
Wisnu Dewantoro, perwakilan KBIHU Armina PDM Sukoharjo, mengingatkan jamaah agar memahami prosedur keselamatan sejak sebelum keberangkatan. Menurut dia, perjalanan belasan jam menuju Tanah Suci membutuhkan persiapan yang matang, terutama bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang baru pertama kali bepergian menggunakan pesawat.
Salah satu kemudahan yang diperkenalkan kepada jamaah adalah layanan Fast Track atau Makkah Route. Melalui layanan ini, pemeriksaan paspor, visa, dan biometrik oleh petugas imigrasi Arab Saudi dilakukan di terminal embarkasi Indonesia sebelum keberangkatan.
Dengan demikian, jamaah tidak perlu kembali menjalani antrean pemeriksaan imigrasi setibanya di bandara Arab Saudi. Layanan ini diharapkan mengurangi kelelahan, terutama bagi jamaah lansia, sekaligus memperlancar proses kedatangan.
“Sekarang ini pemeriksaan ada kebijakan Fast Track. Jadi, lebih mempercepat pemeriksaan di Indonesia. Ada perwakilan dari pihak Arab Saudi yang menjadi petugas pemeriksaan imigrasi,” kata Wisnu.
Selain memahami layanan imigrasi, jamaah juga diminta memperhatikan keselamatan selama berada di dalam pesawat. Duduk terlalu lama dalam penerbangan jarak jauh dapat menyebabkan pembengkakan kaki, kesemutan, dan ketidaknyamanan.

Wisnu mengimbau jamaah untuk sesekali menggerakkan kaki, melakukan peregangan ringan, dan berjalan di lorong pesawat apabila kondisi memungkinkan serta mendapat izin awak kabin. Jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum terbang.
Jika ada benda terjatuh di dalam pesawat, jamaah sebaiknya tidak membungkukkan badan secara tiba-tiba untuk mengambilnya. Bagi lansia, gerakan tersebut dapat mengganggu keseimbangan. Meminta bantuan awak kabin menjadi pilihan yang lebih aman.
Perhatian juga perlu diberikan terhadap barang bawaan. Jamaah harus mematuhi ketentuan maskapai mengenai berat dan jenis barang yang diperbolehkan masuk ke kabin maupun bagasi.
Dalam pengalaman musim haji sebelumnya, jamaah mendapatkan tiga jenis tas: koper besar dengan batas berat maksimal 32 kilogram, koper kabin kecil maksimal 7 kilogram, serta tas tenteng untuk menyimpan barang penting yang selalu dibawa bersama tubuh, termasuk dokumen perjalanan.
Wisnu juga mengingatkan jamaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi. Pengangkutan air zamzam harus mengikuti ketentuan resmi dan menggunakan kemasan yang disediakan penyelenggara penerbangan.
“Jangan sekali-kali membawa air zamzam di dalam koper. Jangan memaksakan, meskipun diakali, nanti juga akan terdeteksi,” ujarnya.
Pembekalan ini menegaskan bahwa keselamatan penerbangan haji bukan hanya tanggung jawab maskapai dan petugas, melainkan juga jamaah. Kepatuhan terhadap prosedur, kesiapan fisik, dan sikap saling membantu menjadi bagian dari ikhtiar agar perjalanan menuju Tanah Suci berlangsung aman dan nyaman.
Jadilah haji yang gembira dan menggembirakan. (mac)

