Oleh: Bektiningsih, S.Pd., M.Pd. Bendahara PGRI Cabang Baki
LESINDO.COM – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki yang diketuai oleh Ibu Umi Sholichah, M.Pd menyelenggarakan kegiatan senam bersama yang berlangsung di SMP Negeri 1 Baki.
Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk menguatkan semangat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam berbagai kegiatan organisasi. Senam bersama diikuti dengan penuh antusias oleh para anggota PGRI. Suasana berlangsung meriah, penuh keakraban, dan tetap mengedepankan semangat kekeluargaan.
Kegiatan olahraga bersama tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antaranggota PGRI. Peringatan Haornas menjadi pengingat bahwa olahraga merupakan bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan. Di tengah berbagai kesibukan sebagai pendidik dan tenaga kependidikan, menjaga kesehatan merupakan kebutuhan yang tidak boleh diabaikan.
Tubuh yang sehat akan mendukung seseorang untuk menjalankan aktivitas dan pengabdian secara lebih optimal. Bagi Sie Pemberdayaan Perempuan PGRI Cabang Baki, kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas. Pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas dalam organisasi, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kesehatan, kebersamaan, kemandirian, dan kemampuan untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan senam bersama menjadi salah satu bentuk sederhana untuk membangun kesadaran tersebut. Melalui aktivitas yang menyenangkan dan dilakukan secara bersama-sama, para perempuan anggota PGRI dapat saling memberikan motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan sosial. Dalam kesempatan tersebut, sambutan Ketua PGRI Cabang Baki yang saat ini diwakili oleh Wakil Ketua Bapak Wisnu Tri Wahyudi, S.Pd., memberikan pesan penting mengenai perjalanan dan perjuangan PGRI dalam memperjuangkan kepentingan guru.
Beliau menyampaikan bahwa PGRI memiliki sejarah panjang serta jasa besar dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan guru di Indonesia. Berbagai bentuk perjuangan tersebut telah memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh para guru hingga saat ini. Salah satu perjuangan yang disampaikan adalah berkaitan dengan sertifikasi profesi guru. Sertifikasi menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap profesionalitas guru sekaligus memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan.
Perjalanan menuju kondisi tersebut tentu tidak terlepas dari perjuangan dan aspirasi yang terus disuarakan oleh organisasi profesi guru. Selain sertifikasi, dalam sambutannya Bapak Wisnu juga menyampaikan perjalanan perjuangan PGRI berkaitan dengan pengangkatan guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Beliau menjelaskan bahwa pada awalnya PGRI menghendaki agar guru, termasuk guru honorer, dapat diangkat menjadi PNS.
Namun, dalam perjalanan kebijakan tersebut terdapat persoalan yang dihadapi oleh banyak guru honorer, terutama mereka yang telah berusia lebih dari 35 tahun sehingga tidak dapat mengikuti mekanisme pengangkatan CPNS berdasarkan ketentuan yang berlaku pada saat itu. Dengan berbagai pertimbangan dan melalui proses perjuangan serta bargaining, PGRI akhirnya menerima skema PPPK sebagai salah satu jalan agar para guru tetap memperoleh status kepegawaian dan memiliki peluang untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.
Menurut beliau, perjuangan tersebut pada dasarnya berangkat dari kepentingan guru. Organisasi berupaya mencari jalan yang memungkinkan bagi guru mendapatkan kepastian status dan peningkatan kesejahteraan. Karena itu, perjuangan PGRI tidak berhenti setelah seseorang memperoleh status PPPK, tetapi terus berlanjut untuk memperjuangkan kondisi yang lebih baik bagi seluruh guru. Dalam sambutannya juga disampaikan adanya harapan mengenai masa depan status kepegawaian PPPK.
Disampaikan bahwa terkait upaya peningkatan status bagi PPPK, termasuk harapan agar PPPK penuh waktu dapat memperoleh status kepegawaian yang lebih baik dan PPPK paruh waktu dapat berproses menuju PPPK penuh waktu. PGRI akan terus memperjuangkan agar proses peralihan tersebut dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya dan, sebagaimana harapan yang disampaikan, dapat berlangsung tanpa harus melalui tes. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan organisasi profesi merupakan sebuah proses panjang.
Apa yang dinikmati oleh guru saat ini merupakan hasil dari berbagai perjuangan yang dilakukan dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, kebersamaan dan soliditas anggota menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan perjuangan PGRI. Kegiatan Sie Pemberdayaan Perempuan yang dikemas bersamaan dengan peringatan Haornas juga menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya berbicara mengenai persoalan profesi, tetapi turut memperhatikan aspek kehidupan anggotanya secara menyeluruh.
Guru membutuhkan kesehatan jasmani, kesehatan sosial, semangat kebersamaan, serta ruang untuk saling menguatkan. Senam bersama di SMP Negeri 1 Baki menjadi gambaran bahwa kegiatan organisasi dapat dilakukan dengan suasana yang sederhana tetapi tetap memiliki makna. Gerakan olahraga yang dilakukan bersama menciptakan energi positif dan membangun semangat bahwa kebersamaan merupakan kekuatan. Bagi perempuan yang menjalankan berbagai peran, baik sebagai pendidik, anggota keluarga maupun bagian dari masyarakat, menjaga kesehatan dan membangun jejaring kebersamaan merupakan bentuk investasi jangka panjang.
Perempuan yang sehat, aktif, percaya diri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keluarga, sekolah, organisasi, dan masyarakat. Dari SMP Negeri 1 Baki, kegiatan hari ini menjadi bukti bahwa ketika guru bersatu dalam suasana yang sehat, positif, dan penuh kekeluargaan, akan lahir energi baru untuk terus bergerak dan memberikan yang terbaik bagi pendidikan Indonesia.

