LESINDO.COM – Taruna dan taruni SMK Pelayaran mengikuti simulasi keadaan darurat meninggalkan kapal (abandon ship) di atas kapal latih KL. Bung Tomo yang sedang berlayaran beberapa mil dari di Pelabuhan Kalianget, Sumenep Kamis, tanggal 12 Februari 2026
Dalam kegiatan ini, para taruna taruni menerima pembelajaran langsung mengenai prosedur evakuasi saat kapal berada dalam kondisi darurat, seperti tenggelam atau terbakar. Simulasi dipimpin langsung oleh Kapten KL. Bung Tomo, Deby Arista, dengan fokus pada teknis penurunan sekoci.

Sekoci yang digunakan memiliki kapasitas sekitar 45 orang. Proses penurunannya dilakukan menggunakan peralatan mekanis, sehingga membutuhkan keterampilan khusus. Dalam praktiknya, ditemukan beberapa kendala teknis, seperti alat yang sulit digerakkan akibat kurangnya minyak pelumas.
“Kondisi seperti ini justru menjadi pembelajaran nyata bagi taruna taruni. Mereka bisa melihat langsung bagaimana peralatan darurat harus dirawat dan dioperasikan dengan benar,” kata Kapten Deby Arista.
Selain simulasi penurunan sekoci, sebagian taruna taruni juga mempraktikkan penggunaan pelampung keselamatan. Dalam prosedur darurat, penumpang tetap diwajibkan menggunakan pelampung meskipun telah naik ke sekoci.

Salah satu taruni jurusan Nautika, Mutiara, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga.
“Bisa belajar langsung di kapal memberikan wawasan tersendiri. Meskipun sudah menggunakan peralatan mekanis dan teknologi, tetap dibutuhkan keterampilan dalam pengoperasian yang benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi darurat, ketenangan dan konsentrasi menjadi faktor utama.
“Peralatan secanggih apa pun tidak akan berguna jika orang yang mengoperasikannya panik dan tidak terampil,” katanya.
Melalui simulasi ini, taruna taruni diharapkan memahami pentingnya kesiapsiagaan, keterampilan teknis, serta pengendalian diri saat menghadapi keadaan darurat di laut. (mac)

