LESINDO.COM — Sanggar Seni Wiratama menyelenggarakan Pentas Ujian Catur Wulan Periode II pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi sekaligus evaluasi atas proses kreatif dan pembinaan seni yang dijalani para anggota sanggar.
Pentas tersebut menampilkan karya seni tari dan karawitan hasil latihan para peserta Sanggar Seni Wiratama. Acara juga dimeriahkan oleh penampil dari luar sanggar sebagai bentuk sinergi dan kebersamaan antar pelaku seni. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan pementasan pedalangan.
Ketua Sanggar Seni Wiratama, Yanuar B, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap empat bulan sekali untuk bidang karawitan dan pedalangan.
“Pentas catur wulan ini bukan hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga ruang bagi peserta untuk menampilkan hasil belajar, kerja keras, serta kecintaan terhadap seni budaya, khususnya budaya Jawa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta, khususnya Wakil Wali Kota, atas dukungan yang diberikan.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Wakil Wali Kota Surakarta atas kesempatan, dukungan, dan fasilitas sehingga acara ini dapat terselenggara dengan lancar di rumah dinas,” kata Yanuar.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kehormatan karena dilaksanakan di salah satu bangunan bersejarah di Kota Surakarta. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian budaya dapat terus terjalin.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang mengaku terkesan dengan suasana berbeda di rumah dinasnya.
“Hari ini rumah dinas terasa sangat indah. Ada gamelan, ada pemuda-pemudi yang tampil dengan penuh semangat. Satu kata: bangga. Bangga karena masih ada generasi muda yang peduli melestarikan seni dan budaya warisan leluhur,” ujar Astrid.

Ia juga mengapresiasi penampilan dari kelompok karawitan SDN Pucangan 4 Kartasura dan SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar, serta seluruh panitia yang terlibat.
“Seharusnya muda-mudi Solo seperti ini semua. Keren, membanggakan,” tambahnya.
Astrid turut membagikan pengalamannya saat menekuni seni sejak sekolah dasar hingga SMA. Ia menekankan pentingnya proses latihan sebagai sarana pembentukan mental, kepercayaan diri, dan kedisiplinan.
“Dalam seni, tidak ada hasil tanpa latihan. Disiplin adalah kunci agar tampilan bisa sempurna. Ini adalah proses belajar yang sesungguhnya,” katanya.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, memandang sanggar seni sebagai ruang penting pembinaan generasi muda agar mencintai budayanya sejak dini.
“Identitas budaya tidak akan terjaga tanpa kerja keras bersama. Kami mengapresiasi para seniman, pelatih, dan pengelola sanggar yang dengan tulus mendampingi generasi muda,” ucapnya.
Sanggar Seni Wiratama sendiri kembali menegaskan komitmennya melalui jargon “Solo Spirit of Java.”
Melalui pentas catur wulan ini, para peserta diharapkan tidak hanya berkembang secara keterampilan, tetapi juga dalam kepercayaan diri, disiplin, dan tanggung jawab.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mencetak generasi yang mencintai dan menjaga warisan budaya bangsa.(mac)

