spot_img
BerandaHumanioraPusaka Logam dari Lereng Merapi: Mengukir Kejayaan Tembaga yang Medunia

Pusaka Logam dari Lereng Merapi: Mengukir Kejayaan Tembaga yang Medunia

Kerajinan tembaga Tumang bukan hanya untuk pasar lokal; kualitasnya telah diakui dunia. Produk-produk dari Tumang rutin diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Swedia, Amerika, Malaysia, hingga Korea. Permintaan ekspor ini seringkali bersifat custom-made (pesanan khusus), menunjukkan tingkat keahlian yang mampu memenuhi standar desain internasional.

LESINDO.COM– Dukuh Tumang di Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bukanlah dukuh biasa. Terletak di lereng Gunung Merapi dan Merbabu, Tumang telah bertransformasi menjadi Sentra Kerajinan Tembaga dan Kuningan terbesar di Indonesia. Desa ini bukan hanya pusat ekonomi lokal, tetapi juga merupakan pewaris keahlian kriya logam tradisional yang karyanya telah menghiasi berbagai tempat, mulai dari masjid-masjid mewah, hotel-hotel bintang lima, hingga istana-istana di mancanegara.

Warisan Sejarah dan Keterampilan Turun-Temurun

Kisah kerajinan tembaga di Tumang berakar jauh di masa lalu, bahkan disebut-sebut sudah dimulai sejak era kolonial sekitar tahun 1930-an. Keterampilan mengolah logam ini bukan hasil kursus singkat, melainkan warisan turun-temurun yang dijaga ketat oleh ratusan keluarga pengrajin.

Awalnya, warga Tumang mungkin hanya membuat perkakas rumah tangga atau alat pertanian sederhana. Namun, seiring waktu, inovasi seni dan permintaan pasar telah mengubah fokus mereka menjadi karya seni bernilai tinggi. Keterampilan ini kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh pemerintah, mengukuhkan posisinya sebagai pusaka budaya Jawa Tengah.

Dari Bongkahan Logam Menjadi Kubah Megah

Pada masa lalu, hawa pegunungan yang menusuk justru melahirkan kebiasaan bekerja di dalam bengkel-bengkel rumah. Menatah lempengan logam dan menyalakan api pembakaran bukan hanya bagian dari proses berkarya, tetapi juga cara bertahan dari dingin. (mc)

Keunikan kerajinan Tumang terletak pada kombinasi teknik tradisional yang mengandalkan tangan terampil dan sentuhan modern dalam desain. Proses pembuatannya sangat detail, meliputi beberapa tahapan. Pertama pembuatan skets, ini menggambar pola atau desain yang akan diwujudkan. Kedua pembentukan, yaitu memotong dan membentuk lembaran tembaga atau kuningan sesuai desain, seringkali menggunakan teknik penempaan dan pemukulan manual.

Ketiga Pengukiran (Menatah), Ini adalah tahap paling krusial. Pengrajin dengan ketelitian luar biasa mengukir detail motif bisa berupa kaligrafi, ornamen flora/fauna, atau figur wayang di atas permukaan logam. Terakhir yaitu penyelesaian (Finishing), proses membersihkan, menghaluskan, hingga memberikan warna dan pelapisan (patina) agar karya tahan lama dan memiliki estetika yang khas.

 

Ragam Mahakarya Tumang:

Produk hasil karya masyarakat di Tumang yang dihasilkan sangat beragam, menunjukkan fleksibilitas material tembaga dan kuningan diantaranya,  Ornamen Arsitektur : Kubah masjid, replika pintu Masjid Nabawi, hiasan eksterior bangunan. Penerangan: Lampu Gantung Robyong, Lampu Nabawi, Lampu Meja, dan berbagai lampu hias custom. Dekorasi & Furnitur: Vas bunga, wastafel, bathtube, meja, hingga hiasan dinding relief kaligrafi. Benda Seni: Patung tokoh wayang, miniatur, dan aksesoris rumah tangga bernilai seni.

Pasar Global dan Tantangan Masa Depan

Kerajinan tembaga Tumang bukan hanya untuk pasar lokal; kualitasnya telah diakui dunia. Produk-produk dari Tumang rutin diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Swedia, Amerika, Malaysia, hingga Korea. Permintaan ekspor ini seringkali bersifat custom-made (pesanan khusus), menunjukkan tingkat keahlian yang mampu memenuhi standar desain internasional.

Seperti sentra industri lain, Tumang juga menghadapi tantangan, terutama saat terjadi krisis (seperti pandemi COVID-19 yang sempat memukul omzet hingga 75%) dan masalah regenerasi. Namun, semangat para pengusaha dan pengrajin di Tumang untuk terus berinovasi, termasuk memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, membuktikan bahwa Tuah Tembaga Tumang akan terus bersinar, menjadikannya salah satu aset budaya dan ekonomi kebanggaan Boyolali. (mac)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments