spot_img
BerandaLensa Indonesia"Prestasi Platinum dan Gebyar Hadiah Warnai Hari Jadi ke-57 PT BPR Bank...

“Prestasi Platinum dan Gebyar Hadiah Warnai Hari Jadi ke-57 PT BPR Bank Daerah Karanganyar”

LESINDO.COM – Suasana di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Sabtu, 14 Maret 2026, tampak berbeda dari biasanya. Sore itu, gema musik dan riuh rendah percakapan tamu undangan memenuhi ruang terbuka yang sarat akan nilai sejarah tersebut. Hari itu bukan sekadar seremoni biasa; PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) tengah merayakan hari jadinya yang ke-57, sebuah usia yang oleh jajaran direksi dimaknai dengan filosofi mendalam: “MAJU” (Lima Tujuh).

Perayaan ini menjadi momentum penting bagi bank milik pemerintah daerah tersebut untuk merefleksikan perjalanan panjangnya sekaligus memberikan apresiasi nyata kepada para nasabah setianya melalui pengundian hadiah tahap pertama tahun 2026.

Keberuntungan di Balik Warna Merah Honda Brio

Puncak ketegangan acara terjadi saat prosesi pengundian hadiah utama dimulai. Di bawah pengawasan ketat dan transparansi yang dijaga, nama Rining Sukamto muncul sebagai pemenang utama. Warga Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar tersebut berhak membawa pulang satu unit mobil Honda Brio berwarna merah.

Kegembiraan tidak hanya milik Rining. Dalam suasana yang khidmat sekaligus meriah, keberuntungan juga menghampiri empat nasabah lainnya yang memenangkan unit sepeda motor. Mereka adalah:

  • Surip (mendapatkan Honda Beat)
  • Futriyatun (mendapatkan Honda Beat)
  • Lalu Rana Yupantara (mendapatkan Honda Scoopy)
  • Retno Pujiastuti (mendapatkan Yamaha Mio M3)

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, yang memimpin langsung pengundian bersama Wakil Bupati Adhe Eliana, sempat melontarkan kelakar saat mengetahui asal daerah sang pemenang utama. “Wah, yang dapat hadiah utama mobil Honda Brio ternyata tetangganya Mas Ade (Wakil Bupati),” ujarnya disambut tawa para hadirin.

Komitmen Transparansi dan Keadilan bagi Nasabah

Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar, Dr. H. Haryono, menegaskan bahwa seluruh rangkaian undian ini merupakan wujud syukur atas kepercayaan masyarakat. Menariknya, Haryono memberikan catatan tegas mengenai integritas acara ini. Ia melarang keras seluruh karyawan Bank Daerah Karanganyar untuk ikut serta dalam undian.

“Kalau ada karyawan yang namanya muncul, harus digugurkan. Kita ingin ini benar-benar fair untuk nasabah. Ini adalah hari mereka, kebahagiaan mereka,” tegas Haryono. Bahkan, untuk menambah kenyamanan pemenang, pihak bank menanggung sepenuhnya pajak hadiah, sehingga para pemenang bisa membawa pulang hadiah mereka tanpa beban biaya tambahan.

Selain hadiah besar yang diundi secara manual, ratusan hadiah hiburan dibagikan menggunakan sistem komputerisasi demi efisiensi. Total ada 50 unit mesin penanak nasi, 50 unit kompor gas, 4 unit televisi, 4 unit kulkas, 3 unit mesin cuci, hingga 3 unit sepeda gunung yang tersebar ke berbagai penjuru nasabah di Karanganyar.

Kisah Kusumardiyah: Dari “Es Kucir” hingga Deposito Ratusan Juta

Di balik angka-angka statistik dan kemeriahan hadiah, esensi dari Bank Daerah Karanganyar terletak pada hubungan emosional dengan nasabahnya. Hal ini tercermin jelas dalam testimoni mengharukan dari Kusumardiyah (64), seorang nasabah setia yang telah bersama bank ini sejak tahun 1996, saat institusi tersebut masih bernama Bank Pasar.

Sambil meneteskan air mata, Kusumardiyah mengenang masa-masa sulitnya saat masih menjadi Calon Pegawai (Capeg) di BLK Karanganyar dengan gaji hanya Rp40.000 per bulan. “Saat itu ekonomi saya sangat ‘cupet’ (sempit). Saya tidak bisa mendapat kredit dari bank umum karena status saya belum pegawai tetap,” kenangnya.

Beruntung, ia melangkah ke Bank Pasar dan mendapatkan pinjaman perdana sebesar Rp200.000. Modal kecil itulah yang ia gunakan untuk berjualan es kucir. Usahanya berkembang, ia meminjam lagi untuk modal berjualan telur dan makanan lainnya, hingga usahanya maju pesat.

“Sampai saya pensiun di tahun 2024, saya tetap setia. Saat ini, Alhamdulillah, deposito saya di Bank Daerah mencapai Rp225 juta, ditambah tabungan lebih dari Rp50 juta,” ungkapnya dengan bangga. Kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana BPR mampu menjadi “juru selamat” ekonomi mikro bagi masyarakat lokal.

Performa Bisnis yang “Sangat Sehat” dan Taburan Penghargaan

Memasuki usia ke-57, Bank Daerah Karanganyar bukan sekadar bertahan, melainkan bertumbuh secara impresif. Dr. Haryono mengungkapkan bahwa aset bank saat ini hampir menembus angka fantastis Rp700 miliar.

Berkat kinerja positif yang konsisten, bank ini dijadwalkan akan memborong empat penghargaan bergengsi dalam ajang Top BUMD 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 13 April mendatang. Penghargaan tersebut meliputi:

  1. Top BUMD 2026.
  2. Platinum Award (atas keberhasilan mempertahankan kinerja sangat bagus selama lebih dari 5 tahun berturut-turut).
  3. Top Pembina BUMD (untuk Penjabat Bupati Karanganyar).
  4. Top CEO BUMD 2026 (penghargaan keenam kalinya bagi Dr. H. Haryono).

Kepedulian Sosial: CSR dan Santunan Anak Yatim

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, perayaan HUT ke-57 ini juga diisi dengan penyaluran dana CSR (Corporate Social Responsibility). Bank Daerah Karanganyar menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh), serta memberikan santunan langsung kepada puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang hadir dalam acara tersebut.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments