LESINDO.COM – Rabu pagi, 28 Januari 2026, kabut kembali turun pelan di kawasan Bukit Mongkrang, Karanganyar. Jalur-jalur tanah yang licin dan vegetasi rapat masih setia menyimpan sunyi—sunyi yang sejak beberapa hari terakhir dipenuhi langkah, doa, dan harap. Hari ini adalah hari terakhir operasi pencarian terhadap seorang pendaki muda, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di kawasan ini.
Setelah perpanjangan waktu pencarian selama tiga hari, harapan masih digenggam erat meski hasil belum berpihak. Evaluasi tim pada Selasa, 27 Januari 2026, menunjukkan pencarian belum membuahkan tanda-tanda signifikan. Tak satu pun barang pribadi, jejak, atau petunjuk keberadaan survivor ditemukan di area yang telah disisir.
Namun bagi tim SAR gabungan, nihil bukan alasan untuk menyerah lebih awal.
Menyisir Harapan di Pos 3
Hari ini, operasi kembali digelar dengan skala yang lebih intensif. Enam Search and Rescue Unit (SRU) diberangkatkan ke lapangan sejak pagi. Fokus pencarian dipusatkan di sekitar Pos 3 Bukit Mongkrang, area yang dikenal memiliki jalur bercabang dan vegetasi lebat—tempat di mana kemungkinan survivor bertahan atau terjebak masih terbuka.
Metode penyisiran darat dilakukan secara detail, perlahan, dan berlapis. Setiap meter tanah diperiksa, setiap semak disibak, memastikan tak ada ruang harapan yang terlewatkan.
Hingga sore hari, hasil evaluasi kembali mencatatkan kata yang sama: nihil.
Dukungan Datang dari Banyak Arah
Di tengah ketegangan hari terakhir, dukungan terus mengalir. Pada pukul 14.30 WIB, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah hadir langsung di lokasi operasi. Kunjungannya bukan sekadar pemantauan, tetapi juga penyerahan bantuan logistik sebagai bentuk dukungan moril bagi tim yang telah berjibaku di medan berat.
Penguatan juga datang dari komunitas pecinta alam. Tim Wanadri dari Bandung bergabung bersama SAR gabungan. Sejak hari sebelumnya, mereka telah melaksanakan camping di Pos 3 sebagai bagian dari strategi pencarian lanjutan. Sore ini, mereka kembali bergerak, bermalam di ketinggian, menjaga asa agar pencarian bisa dilakukan lebih intensif sejak dini hari.
Antara Keselamatan dan Kepulangan
Operasi SAR bukan sekadar soal waktu, tetapi juga soal keselamatan. Di setiap briefing, pesan yang sama terus diulang:
“Tetap waspada, tetap berkoordinasi. Keselamatan tim adalah prioritas, kepulangan survivor adalah tujuan.”
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa di balik harapan menemukan Yazid, ada puluhan nyawa lain yang juga harus pulang dengan selamat.
Kini, di hari terakhir misi pencarian, masyarakat kembali diajak menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik. Doa agar Yazid Ahmad Firdaus segera ditemukan—dalam keadaan selamat. Doa agar langkah para pencari tetap kuat, dan medan Mongkrang berkenan membuka rahasianya.
Di gunung, waktu memang sering terasa beku. Tetapi harapan, hingga detik terakhir, tak pernah benar-benar hilang. (Hib)

