LESINDO.COM – Sebanyak 67 taruna dan taruni SMK Pelayaran Kartasura mengikuti kegiatan Study Onboard (SOB) di Kapal Latih (KL) Bung Tomo milik Politeknik Pelayaran Surabaya yang sedang sandar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura, pada Rabu–Kamis, 11–12 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi para taruna–taruni untuk belajar langsung di atas kapal latih. Rombongan berangkat dari Solo dan menempuh perjalanan sekitar sembilan jam, hingga tiba di pelabuhan sekitar pukul 14.00 WIB.
Setibanya di lokasi, peserta makan siang bersama di ruang kadet. Selanjutnya, seluruh taruna–taruni berkumpul di ruang serbaguna yang juga difungsikan sebagai aula dan musala untuk mengikuti perkenalan dengan kru kapal, mulai dari kapten hingga awak mesin.

Kapten KL Bung Tomo, Deby Arista, ANT II, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan SOB merupakan bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperkenalkan dunia kerja pelayaran secara nyata. Ia juga berpesan agar peserta fokus belajar dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama, apa pun keyakinannya.
Adapun materi yang diberikan kepada taruna–taruni meliputi:
- Safety Life at Sea dan PSSR oleh officer deck,
- Pengenalan kamar mesin serta operasional kapal oleh officer engine.
Pada malam hari, pembelajaran dilanjutkan dengan praktik deck dan engine. Kegiatan hari pertama ditutup pada pukul 21.30 WIB dengan apel malam untuk pengecekan peserta dan pendamping, sebelum taruna–taruni beristirahat dan melanjutkan pembelajaran keesokan harinya.
Pendamping kegiatan, Hermawan Ariyanto, S.ST., M.Pd., M.A.P., M.Mar.E., yang juga menjabat sebagai Humas SMK Pelayaran Pancasila Kartasura, mengatakan bahwa pengalaman lapangan sangat penting bagi taruna–taruni.

“Mereka harus banyak mendapatkan pengalaman langsung di lapangan agar terbiasa dengan dunia perkapalan dan kehidupan laut sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Pelayaran, Benih Toto Laksono, S.Pd., berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik sekolah serta tetap disiplin selama mengikuti kegiatan di atas kapal.
“Di kapal, kejadian kecil saja bisa berakibat fatal. Karena itu, taruna–taruni harus mawas diri, menjaga sikap, dan selalu berperilaku baik,” tegasnya.
Kegiatan SOB ini diharapkan dapat membekali taruna–taruni dengan pengalaman praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja di bidang pelayaran. (mac)

