LESINDO.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Blitar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMKN 2 Blitar pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini menyasar kalangan pelajar sebagai pemilih pemula guna memperkuat kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Pramuka, serta para ketua kelas tingkat X dan XI. Para peserta dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan penggerak nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, pemilih pemula tidak hanya menjadi objek dalam pesta demokrasi, tetapi juga subjek yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas pemilu.
“Pengawasan partisipatif adalah ruang bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk ikut memastikan pemilu berjalan jujur dan adil. Generasi muda harus menjadi motor penggerak demokrasi menuju Indonesia Emas,” ujar Roma.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala SMKN 2 Blitar, Zain Asrori, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa nilai-nilai demokrasi sejatinya telah ditanamkan di lingkungan sekolah melalui berbagai praktik pemilihan internal, seperti pemilihan ketua kelas, pengurus OSIS, dan MPK.
“Melalui mekanisme pemilihan di sekolah, siswa sudah dibiasakan dengan proses demokrasi sejak dini. Kegiatan dari Bawaslu ini menjadi penguatan agar siswa memahami demokrasi tidak hanya sebagai prosedur memilih, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama,” kata Zain Asrori.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Sarwi Ruci, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Blitar. Ia menjelaskan peran strategis pemilih pemula dalam pengawasan pemilu, sekaligus memperkenalkan Saka Adhyasta sebagai wadah kepramukaan yang fokus pada pengawasan partisipatif pemilu.
“Saka Adhyasta hadir sebagai ruang belajar dan praktik bagi pelajar untuk terlibat langsung dalam pengawasan pemilu. Melalui wadah ini, pelajar dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi,” jelas Sarwi.
Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Kota Blitar berharap para pelajar SMKN 2 Blitar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang demokrasi dan pengawasan pemilu, serta tumbuh menjadi pemilih pemula yang kritis, sadar hukum, dan berintegritas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk membangun budaya pengawasan sejak dini demi terciptanya pemilu yang berkualitas dan bermartabat.(Uci)

